Dekat Kota, Warga Golo Ngampu Reo Malah Merasa Seperti di Pedalaman

0
193

RUTENG, Swarantt.net – Sepeda Motor yang berada di pinggir jalan hampir tidak bisa melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan jika melewati jalan berlumpur itu. Manis tak juga diraih, nasib orang Golo Ngampu, Jati, Kelurahan Baru, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT seperti teratak tumbuh di Batu, jauh tertinggal dari Dusun lain meski letaknya tidak jauh dari pusat Perkotaan.

Dalam perjalanan liputan Advetorial ke Kecamatan Reok pada Rabu 16 Januari 2019 Sore, Swarantt.net terperangah melihat sebuah Pemukiman kumuh di tepi jalan, tak jauh dari Jembatan Besi dan Pusat Ibu Kota Kecamatan Reok. Meski terperangah melihat Pemukiman itu Swarantt.net yakin bahwa ada keluhan Warga yang harus diexpos sebagai bentuk representasi guna secepatnya mendapat perhatian dari Pemerintah setempat.

Saat mampir di Pemukiman itu Swarantt.net melihat Wanita – Wanita yang berpakaian lusuh dan rambut berantakan seperti diterpa angin, menatap kosong jalan terjal, berlumpur dan licin itu. Puluhan Anak – Anak bertubuh kurus terlihat lesuh di pinggir jalan. Terlintas sejenak dalam benak Siapa dan Darimana Mereka.

Swarantt.net mencoba menghampiri Mereka dan berbicara dari hati ke hati mengenai problematika hidup yang Mereka hadapi. Dengan antusias dan penuh semangat Mereka menyampaikan berbagai hal yang menghimpit hidup Mereka dan membuat hidup Mereka masih seperti orang di pedalaman.

Pemukiman yang dikunjungi oleh Swarantt.net itu adalah Dusun Golo Ngampu. Dusun itu dihuni sekitar 30 Kepala Keluarga dan masuk dalam Wilayah administrasi Pemerintah Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Menurut Hardian, Warga Golo Ngampu sangat merindukan akses jalan raya atau rabat beton karena sejak 15 tahun berlalu Warga Golo Ngampu belum mengecap infrastruktur jalan yang baik dari yang sekarang padahal hasil Perkebunan orang Golo Ngampu sangat banyak, seperti Tomat, Bawang, Jagung, dll.

“Memang dulu Pa Lurah pernah berkunjung kesini tetapi konon jalan ini akan dilalui oleh Kendaraan besar jika dibuat lapen ataupun aspal. Oleh karena itu Pa Lurah berinisiatif agar Golo Ngampu dibuat rabat beton atau lapen sehingga akses masuk kesini menjadi mudah” Kata Hardian meniru perbincangannya dengan Pa Lurah yang konon sempat bersua dengannya.

Selain akses jalan, Dusun Golo Ngampu juga minim perhatian alias luput dari bantuan Pemerintah, seperti Rumah tidak layak huni, sanitasi dan penerangan. Kesengsaraan inilah yang membuat Warga Golo Ngampu malah merasa seperti berada di Pedalaman padahal secara administrasi kepemerintahan Dusun ini terletak di Wilayah Kelurahan, bukan Wilayah Desa.

Merespon itu Hardian pun berharap agar Dusun Golo Ngampu menjadi prioritas Pemerintah Kecamatan Reok untuk melanjutkan Visi Misi Daerah, yakni pembangunan yang merata.

“Tahun ini kan ada Dana Kelurahan. Coba perhatikan Juknisnya, mudah – mudahan ada Dana yang dialokasikan ke lapen atau rabat beton untuk Dusun Golo Ngampu” Ungkapnya.

Sementara itu Yoseph Sudarso selaku Lurah Baru ketika dihubungi Swarantt.net membenarkan pernyataan Hardian.

Dia mengaku bahwa terkait akses masuk ke Dusun Golo Ngampu pihaknya sudah berdiskusi langsung dengan Camat Reo dan hasilnya Golo Ngampu akan dibuat rabat beton saja. Selain itu pihaknya telah membuat usulan dalam Rapat Musrembang mengenai Dusun Golo Ngampu.

“Memang itu jadi prioritas. Kami sudah usulkan ini ke tingkat Musrembang dan sekarang lagi menunggu realisasinya. Jika ada Juknis Dana Kelurahan yang mengatur itu maka Kami akan realisasikan” Kata Dia.

Penulis: Berto Davids

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here