oleh

Dinkes Mabar Mengadakan Simposium Untuk Menurunkan Prevalensi Stunting

Laporan Wartawan SwaraNTT.net: Romanus

 

LABUAN BAJO, SwaraNTT.net ~ Menjelang peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 pada tanggal 12 november 2018 mendatang, kepala dinas kesehatan (Dinkes) kabupaten Manggarai Barat (Mabar), dr.  Imaculata Veronika, mengadakan kegiatan Simposium dengan mengambil tema “Peran 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Dalam Rangka Menurunkan Prevalensi Stunting” pada anak. Kegiatan ini berlangsung di Aula Setda kabupaten Manggarai Barat (Mabar), provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 6/11/ 2018.

Berdasarkan pantauan lapangan Swarantt.net, dalam kegiatan Simposium pembahasan mengenai upaya pencegahan atau penurunan timbulnya bahaya penyakit  Prevalensi Stunting pada anak itu, dihadiri oleh beberapa pemateri ahli pada bidang kesehatan anak tersebut, diantaranya dr. Agustinus Gusti, Sp.OG., yang selaku pemateri peran 1000 HPK, bidang spesialis obstetri dan Ginekologi dari RSUD Komodo, Labuan Bajo, dr. Dian Purnama Sari, Sp.A., pemateri pencegahan stunting, bidang spesialis Anak, dari rumah sakit siloam Labuan Bajo, dr. Dona Rade, sebagai pemateri pemberian TTD pada ibu hamil untuk penurunan stunting bidang nutrition international (cakupan untuk 10 kabupaten se-provinsi NTT).

Adapun peserta yang hadir dalam Simposium tersebut, yakni para undangan dari jajaran organisasi perangkat kerja daerah terkait sesuai undangan yang dikeluarkan kepala dinas kesehatan, pemkab Mabar.

Kegiatan Simposium pencegahan akan bahaya timbulnya penyakit Stunting, yakni suatu kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh kurangnya gizi kronis, hingga pertumbuhan tinggi badan anak menjadi pendek untuk usianya atau gejala pertumbuhan yang tidak normal. Dalam rangka memperingati HKN itu, kadis kesehatan, dr. Imaculata Veronika, hendak mengajak dan mendorong para peserta Simposium tersebut dengan ajakan ‘Ayo hidup sehat mulai dari kita’.

Dari ajakan tersebut, melalui tema yang diangkat dalam kegiatan Simposium sehari itu dengan tujuan sebagai upaya pembangunan kesehatan menjadi investasi utama terhadap pengembangan sumber daya kesehatan manusia (SDKM) Indonesia yang akan datang, di wilayah Kabupaten Mabar. Demi terciptanya usaha pemenuhan gizi generasi masa depan yang sehat ini adalah hal sangat penting bagi kesehatan masyarakat itu sendiri.

Hal itu, dikatakannya karena saat ini masih cukup tingginya masalah gizi kurang (underweight), gagal tumbuh tinggi  badan yang pendek (stunting) untuk usianya tidak sesuai, maupun badan kurus (wasting) dengan berat badan kecil.

“Jadi Simposium ini kita lakukan dengan topik pencegahan stunting itu, kami selenggarakan dalam rangka hari kesehatan nasional di kabupaten Manggarai Barat ke 54. Simposium ini dilakukan dengan tujuan untuk menambah pengetahuan para peserta ini sesuai dengan kapasitas mereka di organisasi tempat mereka bekerja pun secara personal mereka bisa ikut ambil bagian dalam upaya penanggulangan stunting ini. Dan dengan pengetahuan itu pula mereka bisa menerapkan dalam kehidupan keluarga mereka sendiri akan pentingnya pencegahan stunting ini” ujarnya.

Selain itu, kadis Veronika juga menambahkan saat diwawancarai media ini, Ia berharap agar para kepala desa yang hadir sebagai peserta dalam kegiatan hari ini bisa menjalankan kegiatan yang sama di desanya masing-masing demi mencegah bakal terjadinya bahaya stunting ini bagi pertumbuhan anak-anak, dari bayi hingga dewasa. Karena itu, para  kepala desa diminta untuk dapat  mengalokasikan dana desanya untuk kegiatan ini.

“kegiatan ini juga  diharapkan mau mempersilahkan kepada para kepala desa, dapat merencanakan  kegiatan serupa, bisa memanfaatkan dana desanya untuk melakukan kegiatan yang sama,” Pungkasnya.

Sementara itu, dr. Dona Rade, Ia menambahkan kegiatan Simposium yang kami lakukan hari adalah upaya pencegahan terhadap remaja putri akan timbulnya penyakit anemia, sebagai efek dari bahaya Prevalensi stunting. Terutama, bagi remaja putri yang nantinya bakal dipersiapkan untuk menjadi calon seorang ibu dari bayi mereka menghindari dari terkena penyakit anemia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *