oleh

DPRD Manggarai Soroti Keberadaan Mesin Pengolahan Sampah di TPA Poco

Ruteng, Swarantt.net Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai mempertanyakan sejumlah mesin pengolahan Sampah di TPA Poco yang tidak beroperasi, hal itu muncul saat sejumlah pimpinan DPRD Manggarai tengah melakukan peninjauan lokasi TPA Poco, (11/6/2019)

Dalam tinjauan tersebut Hadir dua Pimpinan DPRD diantaranya Wakil Ketua II, Simprosa Risnawati Gandut, Wakil Ketua I Paulus Peos serta  Flavianus Soe ketua Fraksi Nasdem

Di lokasi TPA ketiganya bertemu langsung dengan Plt. Dinas Lingkungan Hidup Daerah Manggarai, Marsel Gambang, Tim Medis dari Puskesmas Watu Alo serta Pemulung.

Pada kesempatan itu Paulus Peos meminta kepada Plt DLHD Manggarai untuk menjelaskan alasan mengapa Sejumlah Mesin Pengolahan Sampah yang ada di lokasi tersebut tidak lagi beroperasi.

“di sini itu kan ada mesin untuk mengelolah sampah, baik yang organic maupun yang tidak, kenapa tidak beroperasi? tanyanya

Peos menjelaskan seharusnya dengan adanya sejumlah mesin pengelolahan sampah tersebut  dan difungsikan dengan baik, maka tumpukan Sampah di aeral yang luasnya hanya 1,5 Hektar itu bisa berkurang.

“Harusnya dengan adanya mesin-mesin ini dan difungsikan dengan baik bisa mengurangi tumpukan sampah”Tambahnya

Pada kesempatan itu juga Dia meminta kepada sejumlah pegawai DLHD untuk menghidupkan salah satu mesin pengolahan sampah, dan pantauan media ini tampak mesin tersebut berfungsi dengan baik

Sementara itu Plt DLHD Marsel Gambang menjelaskan, pengadan mesin pengolahan sampah dilakukan untuk mendaur ulang sampah-sampah dari kota Ruteng, baik sampah-sampah berjenis Organik maupun sampah-sampah anorganik

“Pengadaan  mesin pengolahan sampah dilakukan tidak semata-mata dengan sengaja ambil rerumputan liar, itu kita antisisipasi sampah organic yang datang dari kota dan kita langsung giling itu yang pertama, kemudian yang kedua Mesin itu juga dimanfaatkan untuk giling sampah-sampah plastik seperti botol aqua dan jenis botol lainnya, sementara untuk sampah plastic lain seperti plastic kresek itu akan ditimbun, hasil dari sini ada biji-biji plastik” ujar Marsel Gambang

Soal tidak beroperasinya mesin-mesin itu kata Dia pihaknya mempertimbangkan dengan kehadiran sejumlah pemulung di lokasi TPA yang tiap hari mengumpul sampah-sampah plastil seperti botol aqua untuk dijual

“Nah sekarang disini ada 24 orang pemulung yang sedang menunggu mobil pengangkut sampah, jika semua sampah platik jenis botol kita giling semua, kasian juga dengan mereka” tambahnya

Hery Salus

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *