Forum Mahasiswa Manggarai Peduli Komodo Gelar Aksi di Kota Kupang, Ini Tuntutannya

0
53
Kupang, swarantt.net – Mahasiswa asal Manggarai di Kota Kupang yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Manggarai Peduli Komodo lakukan aksi untuk menyikapi kasus penyelundupan 41 ekor komodo yang berhasil diungkap oleh Polda Jawa Timur beberapa waktu lalu
Aksi tersebut berlangsung pada beberapa titik di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) diataranya Kantor Gubernur NTT, Polda NTT dan DPRD provinsi NTT (04/04)
Kepada swarantt.net Jefry Nyoman selaku Koordinator Lapangan pada saat aksi berlangsung menerangkan, aksi yang dilakukan untuk Mendesak Polda NTT agar lakukan penyelidikan dan mengusut tuntas kasus penyelundupan 41 ekor Komodo
Aliansi Mahasiswa Manggarai Peduli Komodo juga mendukung penyataan Gubernur NTT untuk kembalikan 41 ekor Komodo ke habitat aslinya, Mereka mendesak Gubernur NTT agar tidak sekedar menyampaikan pernyataan namun harus direalisasikan
“Kami mendesak Polda NTT untuk mengusut tuntas kasus ini, dan meminta kepada Gubernur NTT segera realisasikan pernyataannya untuk kembalikan 41 ekor komodo ke habitat aslinya. Apabila pernyataan sikap kami tidak di indahkan secepatnya maka, kami akan kembali turun dengan massa aksi yang lebih banyak lagi” Pungkasnya
Koordinator Umum Forum Mahasiswa Manggarai Peduli Komodo Fidelis R. Sulung mengatakan Komodo adalah spesies luar biasa yang hasil survei melampaui rentang waktu yang sangat panjang semenjak jutaan tahun silam. Uniknya hanya terdapat di satu wilayah saja di muka bumi ini, yakni di Kawasan Taman Nasional Komodo Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di Pulau Padar, Pulau Rinca dan Pulau Komodo
Usaha pelestarian Komodo telah dilakukan oleh berbagai pihak sejak dahulu. Misalnya; pada tahun 1980 pemerintah Indonesia menetapkan berdirinya Taman Nasional Komodo guna melindungi hewan langkah ini beserta habitatnya
Kemudian pada tahun 1986 badan khusus Dunia untuk Pendidikan, keilmuan dan kebudayaan, UNESCO menetapkan Pulau Komodo sebagai situs warisan dunia. Dengan begitu, bukan hanya Indonesia saja yang berkepentingan untuk melestarikan keberlangsungan hidup Komodo, namun Dunia juga.
Selain itu pada tahun 2011, organisasi New7wonders (dengan segala kontroversinya) mendaulat pulau Komodo sebagai New7wonders of nature, yakni sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia yang terbentuk secara alami
“Terlepas dari Komodo sudah dikenal pada kanca Nasional maupun Internasional, dimana komodo sangat memberikan kontribusi besar bagi pendapatan Negara bukan pajak. Melihat problematika yg terjadi terkait penjualan komodo berjumlah 41 ekor yg dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sangat disayangkan hewan langkah ini diperjual belikan hanya kepentingan kelompok tertentu” Terangnya melalui surat pernyataan sikap Aliansi Mahasiswa Manggarai Peduli Komodo (04/04)
Adapun pernyataan sikap dari Aliansi Mahasiswa Manggarai Peduli Komodo :
Kepada POLDA NTT :
  • Mendesak POLDA NTT segera melakukan penyelidikan terhadap pelaku penyelundupan ke-41 Komodo Dan Memberikan Sangsi yang Tegas
  • Mendorong POLDA NTT untuk bekerja sama dengan POLDA Jawa Timur untuk segera mengusut tuntas kasus penyelundupan ke-41 Komodo.
  • Meminta kepada KAPOLDA NTT segera membentuk Satgas khusus untuk melakukan pengawasan di Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK)
  • Mendesak POLDA NTT untuk segera mengembalikan komodo ke Habitat aslinya
  • Mendesak POLDA NTT segera mensterilkan pengawasan di Taman Nasional Komodo (TNK).
  • Mendesak KAPOLDA dalam waktu 1x 24 jam untuk memenggil KAPOLRES untuk mempertanggungjawabkan kasus penyelundupan Komodo karena dinilai tidak menjalankan tugas dengan baik.
Kepada DPRD Provinsi NTT :
  • Menuntut kepada DPRD NTT untuk mensosialisasikan Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.
  • Mendesak DPRD NTT untuk berkoordinasi dengan komisi VII DPR RI untuk segera merevisi kembali UU NO. 5 tahun 1990 agar secara detail mengatur fungsi pengawasan dan pemberian sangksi yang tegas.
  • Mendesak DPRD NTT untuk bersama Komisi VII DPR RI segera melakukan koordinasi kepada kementerian lingkungan hidup RI Mencopot Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK).
Kepada Gubernur NTT :
  • Mendukung pernyatan Gubernur NTT Untuk segera mengembalikan ke-41 komodo Kehabitat Aslinya.
  • Mendesak PEMPROV NTT untuk berkoordinasi dengan kementerian lingkungan hidup RI untuk segera merevisi kembali UU NO. 5 tahun 1990 tentang fungsi pengawasan dan pemberian sangksi yang tegas.
  • Mendesak kepada kementerian lingkungan hidup RI Segera Mencopot Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK).
  • Mendesak kepada PEMPROV NTT untuk berkoordinasi kepada kementerian lingkungan Hidup agarMencabut SK kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) No 169/T.17/TU/KSA/04/2018 Tentang pengesahan Rencana Karya Tahunan (RKT) Pengusaha Pariwisata Alam tahap III Tahun 2018 atas nama PT Segara komodo Lestari yang Mengelolah Lahan konserfasi dibeberapa Titik strategis karna Dinilai ada Konspirasi Antara pengelolaan BTNK Dengan PT Segara Komodo Lestari. (Admin/PK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here