oleh

Gara-Gara Orang Gila, Demo Mahasiswa di Mabar Berakhir Ricuh

-DAERAH-2.267 views

Labuan Bajo, SwaraNTT.Net – Demonstrasi  Aliansi Mahasiswa Manggari Barat, berujung ricuh, berawal dari salah seorang orator memberikan komando untuk mendekati barisan  POL-PP hingga munculnya seseorang yang diduga gila, menyusup diantara para demonstran di halaman kantor Bupati Manggarai Barat, Kamis(2/7/2020).

Awalnya demo tersebut berjalan aman, namun keadaan mulai memanas, saat para pendemo mendekat menuju barisan POL-PP.

Aksi baku dorong pun terjadi Pol-PP dan Mahasiswa menjadi tak terkontrol, hingga salah seorang Pegawai Negri Sipil dari bidang humas dan Protokol Kabupaten Manggarai Barat pun ikut terpancing, sehingga kesalahpahaman terjadi antara POL-PP dan Petugas Humas tersebut.

Tuntutan Aliansi Mahasiswa Manggarai Barat

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Manggarai Barat (AMMB) mengadakan demontrasi, dengan dua buah tuntutan, diantaranya Pemerintah Manggarai Barat, segera merealisasikan alokasi anggaran bantuan dana covid-19, kepada seluruh mahasiswa/i  Manggarai Barat yang sudah didata dan mendesak  Pemkab Manggarai Barat, untuk menggratiskan biaya rapid tes.

Mereka menuntut agar Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch.Dulla, Keluar untuk menjawab dua tuntutan mahasiswa tersebut.

Mahasiswa AMM pun, terus meneriakkan tuntutannya, hingga meminta  Bupati Mabar, Agustinus CH.Dula,  untuk turun menemui masa, namun pupus, lantaran Bupati Mabar, sedang mengikuti rapat secara Virtual bersama kementrian.

Berdasarkan informasi yang di himpun media, peserta demo dari Aliansi Mahasiswa Manggarai tersebut, melakukan pawai dengan titik star dari Desa Ngorang, Kecamatan Komodo menuju Kantor Bupati Manggarai Barat.

Namun pada kesempatan itu, Sekda Mabar, Ismail Surdi, akhirnya datang menemui masa di halaman kantor Bupati Manggarai Barat.

Baca Juga :   BPOM Manggarai Barat Musnahkan Barang Hasil Sitaan Di Gudang Farmasi Ruteng

Ismail  meminta agar, kepada perwakilan Aliansi mahasiswa Manggarai Barat bersedia berbicara dengannya di ruang kerja, namun di tolak.

Mereka meminta, agar tanggapan atas tuntutanya, dapat didengar oleh peserta aksi demo.

Sekertaris Daerah Manggarai Barat, Ismail Surdi, akhirnya menanggapi tuntutan para Mahasiswa.

“Terkait program bantuan itu kami tidak berhenti adik-adik mahasiswa, untuk terus melakukan pendataan, melakukan verivikasi data,kita harus memastikan namanya,kepastian bahwa dia masih tetap sebagai mahasiswa aktif atau tidak dan selama bulan Maret sampai dengan sekarang ini kami tidak bisa keluar ke desa-desa sehingga kita melakukan dari jarak jauh,” Ungkapnya.

Namun, sampai pada saat aksi demo pun berakhir, para mahasiswa tetap menutut agar Bupati Mabar dapat meluangkan waktunya untuk bertemu, karen tanggapan Sekda mabar dianggap hanya sebuah hiburan.

“Bupati Manggarai Barat hanya memberi janji yang sampai hari ini belum terlaksanakan, kami minta bapa Bupati Manggarai Barat yang memegang kewenangan penuh untuk segera hadir temui kami,” kata salah seorang mahasiswa yang sedang berorasi.

Terpisah, saat media ini meminta tanggapan Sekertaris Daerah, Ismail Surdi, menjelaskan bahwa  kegiatan pendataan selama ini, dilakukan jarak jauh dan melibatkan Desa dan masih dilakukan verikasi terkait data yang sudah di terima, dan yang jelas dana yang untuk mahasiswa itu disiapkan dan sekarang ini sudah dalam tahap finalisasi.

Sementara untuk tuntutan yang kedua, lanjut Ismail, pembebasan biaya rapit tes, dia menjelaskan bahwa, biaya fasilitas kesehatan di pemerintah tidak ada biaya yang dibebankan.

 

Laporan: Volta

News Feed