Gubernur NTT Mendorong Rumah Warga dijadikan Hotel Berbintang.

0
368

Ruteng, Swarantt.net – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan bahwa dalam rangka NTT ingin kita jadikan Propinsi Pariwisata, disamping itu juga kita harus melakukan suatu terobosan baru yang bisa meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Hal ini disampaikan pada diksusi Bersama Bupati dan Wakil Bupati Manggarai dan seluruh jajaran OPD se-Kabupaten Manggarai di Aula Kanton Bupati Manggarai (Rabu, 9/01/2019)

“Apa yang dikatakan oleh Bupati Manggarai itu “Walaupun pertumbuhan pariwisata di Labuan Bajo sangat Luar biasa tapi sumbangan untuk kemisikinan hanya satu Persen, Itu Benar karena rantai pasokannya dari Luar dan akomodasinya tetap dari kelompok-kelompok besar” Ungkap Laiskodat.

Kemudia Ia menyampikan bahwa hal seperti itu sebenarnya tidak boleh, karena tidak ada dampak ekonominya kepada masyarakat sehingga kita harus medorong supaya rumah warga dapat dijadikan tempat penginapan, dari pada membangun hotel besar yang tidak ada untungnya kepada masyarakat.

Laiskodat juga melarang Hotel melatih dibangun dekat tempat wisata, cukup dengan mengunankan rumah warga saja untuk dijadikan tempat penginapan, guna untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar tempat pariwisata, dan tugas pemerintah untuk mefasilitasi itu.

“Karena itu saya bilang Tidak boleh, sebenarnya kelompok besar itu hanya bintang satu keatas, begitu orang mau membangun namanya hotel melatih itu kepada rakyat, satu atau dua kamar rumah rakyat itu kita pakai, selain itu kita mendorong dan melatih mereka bagaimana cara melayani dengan baik, supaya sekalipun bagunannya sederhada tapi pelayanannya seperti di hotel bintang lima” pungkasnya.

“seluruh perumahan rakyat yg ada ditempat pariwisata seperti di wae rebo pemerintah harus fasilitasi mereka untuk bisa menerima tamu, karena kalau rumah warga itu ditata dengan baik yang pasti banyak pengunjung yg akan menginap disana, tentu ini sangat mengutungkan masyarakat” tambah gubernur NTT itu.

Disamping itu ia juga perintahkan kepada seluruh Bupati di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk melakukan Festival minimal lima kali setahun, untuk Even Organising (EO) nya harus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat.

Dalam sambutan itu, Laiskodat menambahkan bahwa dalam Festival yang akan dilakukan nantinya bukan seperti festival yg pernah dilakukan sebelumnya seperti Tour The Flores yang dimana EOnya orang dari dari Jakarta.
“Nanti seluruh bupati dalam satu tahun harus membuat lima kali festival, itu harus, mau festival apa saja mau kopi flores, kopi manggarai dan sebagainya kita lakukan saja, dan yang menjadi EO nya bukan orang dari luar melainkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat sendiri, karena Kegiatan yg dilakukan disamping untuk memperkenalkan kekayaan alam di daerah kita juga untuk meningkatkan ekonomi Daerah dan Masyarakat”
Dalam hal untuk menyampaikan informasi terkait pariwisata di NTT, Gubernur NTT meminta kepada semua HUMAS baik Pemprov maupun Pemda di seluruh NTT, untuk lebih aktif menyampaikan informasi dan harus mengajak kerja sema dengan semua media, baik media lokal, nasional maupun internasional.
Karena peran media sangat penting untuk menyampaikan informasi tentang perkembangan informasi pariwisata di NTT, supaya setiap perkembangan dengan cepat seluruh Nusantara maupun dunia bisa mengetahuinya.
“Nafasnya pemerintahan itu ada di humas, tapi di NTT humasnya tidak bekerja dengan baik, jarang bergaul dengan jurnalis, humas itu sebenarnya bergaul dengan para jurnalis sesering mungkin supaya satu kali jepret seluruh dunia cepat mengetahuinya, karena memang fungsi humas dan jurnalis hampir sama yaitu untuk menyapaikan informasi, sehingga keduanya harus bisa bekerja sama” tutupnya.
Peppy Kurniawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here