Kunjungan Gubernur NTT ke STKIP Ruteng disambut dengan Ritual Tuak Curu dan Tarian Tiba Meka.

0
1246

Ruteng Swarantt.net – Kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat di Kampus STKIP St. Paulus Ruteng disambut dengan Acara Tuak Curu dan Tarian Tiba Meka yg dibawakan oleh Anggota UKM Budaya dan Pariwisata STKIP St. Paulus Ruteng (Kamis, 10/01/2019)

Sebagai warga Negara Indonesia kita patut bersyukur sebagai sebuah negara yang merdeka dan tercatat memiliki ratusan suku daerah dan etnis yang mendiami tiga puluh tiga provinsinya. Ada ratusan bahasa daerah beserta dialeknya masing-masing, ratusan jenis tarian daerah, keindahan alamnya yang dipuja dunia, juga beribu kearifan hidup yang menjadi potensi baginya untuk menjadi sebuah bangsa besar.

Budaya merupakan identitas sebuah bangsa. Itulah yang dilakukan Mahasiswa yang tergabung dalam UKM Budaya dan Pariwisata STKIP St. Paulus Ruteng dalam rangka penyambutan Kunjungan Gubernur NTT sebelum melaksanakan Kuliah Umum di Aula Kampus STKIP St. paulus Ruteng.

Bertempat di Komplek STKIP Ruteng, beberapa mahasiswa menyambut Gubernur NTTdidahului dengan Ritual Tuak curu dan dilanjutkan dengan Tari Tiba Meka yang memang digunakan sebagai acara penyambutan tamu sesuai dengan tradisi Adat Manggarai dalam menerima tamu, acara ini juga dilakukan sekaligus sebagai pengenalan budaya Manggarai kepada orang yang berasal dari luar Manggarai ketika menyambut tamu.

Tuak curu dan manuk kapu dalam tradisi masyarakat Manggarai sendiri adalah acara penting menyambut tamu resmi baik tamu dalam konteks pelaksanaan acara adat maupun tamu-tamu pemerintahan atau tamu asing yang secara resmi berkunjung ke sebuah kampung atau daerah. Ini adalah bentuk penghargaan dan penghormatan untuk para tamu yang dengan ketulusan dan kebesarannya dianggap mau bertemu dan hidup bersama dengan masyarakat setempat.

“Ya, Tuak curu dan manuk kapu dalam tradisi masyarakat manggarai memang suatu yang sakral dan sudah diwariskan secara turun temurun dalam budaya manggarai dalam upacara penjemputan tamu, ini juga merupakan suatu bentuk penghargaan dan penghormatan kepada tamu yang datang dari jauh” Ungkap Valentinus Sutrisno yang merupakan Jubir dalam acara Tuak Curu,

Sekertaris GMNI Cabang Manggarai itu menambahkan , Tuak Curu dan Manuk Kapu merupakan acara atau ritual adat yang dilakukan untuk menjemput tamu, lazimnya para pejabat atau pembesar. Para penjemput seraya membawa ayam jantan putih dan tuak putih. Warna putih dari dua bahan ini diartikan sebagai simbol kesucian hati.

“Biasanya dalam ritual tuak curu dan manuk kapu disertai dengan ayam jantan putih dan tuak putih, warna putih itu melambangkan kesucian hati kita dalam menerima tamu” tutup Demisioner Ketua UKM Itu.

Berdasarkan tradisi Tarian Tiba Meka merupakan tarian menyambut tamu agung di Manggarai. Tarian ini dikemas dari tradisi asli adat budaya masyarakat ketika menerima tamu dengan hati bersih dan suci, Tarian ini diperagakan untuk menyambut tamu agung yang datang mengunjungi kampung-kampung di Manggarai. Sesuai etimologisnya, ”Tiba” artinya terima atau penerimaan dan “Meka” adalah tamu.

“Tarian tiba meka ini memang digunakan untuk menyambut tamu tamu agung di manggarai, yang memang sudah diwariskan dari dulu, lihat dari namanya saja Tarian Tiba Meka, Tiba artinya terima atau penerimaan sedangkan meka adalah Tamu” ungkap Ratih ,salah seorang Penari Tiba Meka

Ia juga merasa Bangga dan senang karena telah dipercayakan menjadi salah satu penari Tiba meka dalam upacara penjemputan Gubernur NTT, karena dari sekian banyak mahasiswa di STKIP Ruteng, mereka yg terpilih menjadi penari dalam acara penjemputan itu.

Lekukan badan mereka disertai senyuman khas molas (gadis cantik) manggarai, membuat tamu yang hadir kagum dan senang, dan dibalasi oleh senyuman manis dari sang Gubernur.

“pastinya saya merasa bangga dan senang, karena kami dipilih menjadi penari dalam acara penjemputan tadi dan bisa bertemu langsung dengan Gubernur NTT” ujarnya.

Di tempat terpisah kepada Swarantt.net Ewaldus Erik Wanggus selaku Ketua UKM Budaya dan Pariwisata STKIP Ruteng menyampaikan bahwa UKM Budaya dan pariwisata ini sudah berada di STKIP sejak beberapa tahun lalu,

Sehingga setiap kali ada kegiatan besar yang Bersifat Budaya di STKIP Ruteng, pihak kampus selalu percayakan dan mengundang UKM ini untuk mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan tersebut,

“UKM ini sudah lama ada di kampus STKIP Ruteng sejak tahun 2014 dan kami selalu di percayakan oleh pihak kampus ketika ada kegiatan besar yang bersifat budaya, seperti acara penyambutan Gubernur tadi, karena konsep dari pihak kampus bahwa penjemputan tamu Gubernur dengan adat manggarai, sehingga mereka mengudang kami” Ujarnya [Peppy Kurniawan]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here