oleh

Orang Tua Siswa SMA N 1 Cibal Keluhkan Seragam Sekolah 2017

-DAERAH-420 views

Ruteng, swarantt.net Orang tua Murid SMAN 1 Cibal minta pertanggungjawaban pihak Sekolah, pasalnya baju sekolah dari siswa kelas 2 yang berjumlah 365 Orang dan sudah dibayar sejak juni 2017 hingga sekarang belum dibagikan semuanya kepada siswa.

Kepada media ini, orang Tua siswa yang enggan menyebutkan namanya merasa kesal dan kecewa dengan kejadian tersebut, baju sekolah yang sudah dibayar sejak tahun 2017 itu sampai sekarang belum ada jawaban.

Lebih lanjut Ia menyebutkan bahwa persoalan ini sudah Ia tanyakan pada sidang Komite tahun 2018 lalu dan Pihak sekolah sudah menjanjikan untuk memberikan semua pakaian sekolah siswa yang belum terbagikan. Namun hingga sekarang belum terealisasi.

“saya kecewa sekali, sudah lama kami bayar tapi sampai sekarang bajunya belum dibagikan, pihak sekolah sempat janjikan saat sidang komite, tapi omong kosong” ungkapnya dengan nada kasar (Rabu, 6/02/2019).

Dia meminta kepada pihak sekolah, supaya sisa baju yang belum dibagikan itu akan segera diserahkan kepada siswa. Diapun bingung ketika baju siswa kelas satu sudah dibagikan semua, lalu baju siswa kelas 2 sejak tahun 2017 itu belum dibagikan.

Orang tua murid merasa dipermainkan dan dibohongi oleh pihak sekolah, karena mereka sudah beberapakali dijanjikan namun selalu diingkari.

Bertemu di Ruang kerjanya, Yakobus Nou selaku Plt. Kepala SMAN1 cibal membenarkan adanya persoalan itu, bahwa hingga saat ini masih ada pakaian sekolah siswa kelas 2 yang belum terbagikan.

Lebih lanjut Dia menjelaskan bahwa pakaian sekolah yang lainnya (Seragam putih Abu-abu, Baju Batik dan pakayan olahraga) sudah dibagikan dan hanya pakaian pramuka yang belum. Sebagian pakaian pramuka sudah ada disekolah, tapi Dia tidak berani untuk bagikan kepada siswa karena jumlahnya belum cukup.

Dia juga mengaku bahwa banyak orang tua siswa yang mengadu masalah tersebut kepadanya, namun kata Yakobus, yang bertanggungjawab penuh dengan persoalan itu sebenarnya Kepala Sekolah sebelumnya Fransiskus Atap, karena Dia yang mengelolah dan memesan pakaian sekolah pada tahun 2017.

Baca Juga :   DPRD Kabupaten Manggarai Barat Sambut Positif Kehadiran BOPLBF

Saat sidang Komite 2018 lalu, dia juga membenarkan kalau sempat membicarkan persoalan tersebut, namun yang bicara pada saat itu Kepala Sekolah sebelumnya, Dia yang menjanjikan kepada orang tua siswa untuk secepatnya bagikan pakaiyan pramuka.

“Iya saat sidang Komite bulan september 2018, itu sempat dibicarakan, saya ada pada saat itu tapi yang bicara pa Frans Atap, karena dia yang bertanggung jawab terkait pakaiyan sekolah, bahkan Dia sempat janjikan kepada orang tua siswa untuk segera bagikan itu, tapi hingga saat ini belum ada” Ungkapnya.

Yakobus juga mengaku bahwa pihaknya Kecewa karena sudah lama menunggu pakaiyan itu, dan meminta kepada pa Frans Atap untuk segera melengkapi pakaian pramuka itu supaya bisa dibagikan kepada siswa.

Ditemui di Rumahnya, Fransiskus Atap menerangkan bahwa persoalan itu benar adanya, pakaian pramuka baru setengahnya yang sudah ada disekolah. Sisanya masih ada di Supalayer.

Lebih lanjut Dia menjelaskan bahwa uang pakaiyan itu sudah dibayar semuanya kepada suplayer dan kwitansinya masih ada di bendahara sekolah, tapi pengadaannya belum lengkap, Dia mengaku kecewa pasalnya hingga sekarang Suplayer pakaian sekolah itu susah dihubungi.

“Ya Benar, saya juga kecewa karena Agus (nama suplayer) susah sekali dihubungi, uangnya saya sudah bayar semua tapi pengadaan pakaiannya belum lengkap” Ungkapnya sambil mencoba hubungi Agus melalui telepon tapi tidak berhasil.

Fransiskus menjajikan untuk menemui langsung suplayer pakaian sekolah itu dan medesaknya supaya secepat mungkin pakaian itu dilengkapi. (Peppy Kurniawan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed