oleh

Panwaslu Kecamatan Reok Barat Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu 2019

RUTENG, SwaraNTT.netPanitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai-NTT,  gelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif. Hal ini dilaksanakan sebagai upaya mengajak keterlibatan seluruh elemen masyarakat sekecamatan Reok Barat  terlibat dalam rangka pengawasan jalannya proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Minggu, 16/12/2019.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kabupaten Manggarai, Marselina Lorensia, dalam paparannya menyampaikan, Pemilu yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang bisa terlaksana dengan baik jika ada peran serta dan partisipatif dari masyarakat dalam melakukan pengawasan secara langsung.

Sebab, pengawas pemilu tidak akan bisa bekerja maksimal tanpa adanya dukungan dari masyarakat termasuk. “Fungsi pengawasan partisipatif yang saya maksud adalah adanya keterlibatan masyarakat untuk melakukan pencegahan terjadinya kecurangan dalam Pemilu,”kata dia.

Ketua Panwaslu Kecamatan Reok Barat, Agustinus Supardi,  menyebutkan dalam sosialisasi yang dihadiri dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari pengawas pemilu desa, organisasi keagamaan, organisasi pemuda, para Calon Legislatif dan ASN serta elemen masyarakat lainnya, adalah upaya mendongkrak partisipasi dalam rangka pengawasan Pemilu.

“Peran dari semua elemen masyarakat sangat diharapkan dalam rangka pengawasan jalannya proses pemilu. Dengan harapan Proses demokrasi yang akan dilaksanakan berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi, agar pemilu semakin berkualitas,” kata Gusty.

Selain itu, sosialisasi ini juga sebagai tindakan pencegahan dari terjadinya pelanggaran-pelanggaran Pemilu di Kecamatan Reok Barat, sehingga Pemilu dapat dilaksanakan secara aman tertib lancar dan damai. Sehingga Panwaslu Kecamatan Reok Barat, mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat dengan harapan, pelanggaran pemilu semakin berkurang.

“Sosialisasi bertujuan mengakomodir peran serta masyarakat luas dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu. Selain dengan membentuk berbagai regulasi terkait pengawasan pemilu, diharapkan pelanggaran pemilu semakin berkurang karena adanya kesadaran masyarakat dan peserta pemilu untuk tidak melakukan pelanggaran, sebagai suatu esensi dari paradigma pencegahan pelanggaran pemilu,” katanya.

Evaristus Madu, salah satu anggota panwaslu kecamatan Reok Barat mengungkapkan, Pentingnya pengawasan Pemilu partisipatif ini juga dipengaruhi oleh keterbatasan personal dengan keadaan wilayah yang aksesnya susah ditempuh.

Lebih lanjut Ungkap Evaristus, diharapkan kepada seluruh masyarakat agar selalu bersinergi dengan Panwaslu kecamatan Reok Barat  dengan melakukan pengawasan pada tiap tahapan Pemilu yang akan datang,” katanya.

Jika ada informasi awal yang ingin disampaikan, pada prinsipnya Panwaslu Kecamatan Reok Barat selalu terbuka. “Saya harap masyarakat bisa mengawasi penyelenggaraan pemilu, misalnya pada tahap kampanye jadi ketika ada informasi yang ingin disampaikan pada Panwaslu, pada prinsipnya kami selalu terbuka. Bahkan kalau ada yang ingin dilaporkan, kami juga siap,” katanya.

Maksimilianus Madur, salah satu anggota panwaslu kecamatan Reok Barat mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk mengakomodir peran serta masyarakat luas dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu. “Terbitnya undang-undang Nomor 7 tahun 2017 memberi warna baru dalam penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia yaitu dengan keterlibatan peran masyarakat secara partisipatif dalam pengawasan pemilihan umum sesuai dengan jargon Pemilihan Umum Republik Indonesia yakni bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu,” kata Maksi.[Nathan]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *