Pemda Manggarai Siap Ganti Rugi Lahan Milik Warga Di Desa To’e Kec. Reok Barat

0
492

RUTENG, SwaraNTT.net ~ Masyarakat Desa Rura kecamatan Reok Barat desak Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai untuk segera menyelesaikan proyek Jaringan Irigasi di Wae Kuli Kecamatan Reok Barat karena pada saat ini tidak dilanjutkan pekerjaannya, Rabu 29/08/2018.

Menurut warga setempat proyek Irigasi ini sudah hampir tiga (3) bulan pengerjaannya belum dilanjutkan kembali dengan alasan masalah pembebasan lahan.

Secara terpisah ketika media ini menghubungi camat Reok Barat Karolus Jun berkaitan dengan penyelesaian masalah pembebasan lahan milik warga desa To’e Ia mengungkapkan bahwa memang ada masalah sebelumya soal pembebasan lahan milik enam (6) orang warga Desa To’e.

“Awalnya warga Desa To’e minta ganti rugi lahan kepada pemerintah yaitu sebesar Rp 600 ribu/meter, tetapi melalui pendekatan secara kekeluargaan terhadap enam (6) orang pemilik lahan tersebut akhirnya menyetujui atas kesepakatan dengan cara kompensasi bukan ganti rugi kepada enam (6) orang pemilik lahan dengan harga Rp 150 ribu/Meter, “Ungkap Camat Reok Reok Barat.

Hal serupa juga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Manggarai, Adrianus Empang, memberikan penjelasan terkait proyek Irigasi yang ada di Desa To’e Kecamatan Reok Barat.

Lebih lanjut Ady Empang menjelaskan, masalah ini sebelumnya sudah ditangani oleh Forum komunikasi tingkat kecamatan Reok Barat yang hadir pada saat itu Kepala Kejaksaan Cabang Reo, Danramil Reo dan pihak Polsek Reo.

Menurut Ady Empang, pihak Dinas juga sudah lakukan pendekatan kepada masyarakat pemilik lahan di Desa To’e dimana pemilik lahannya minta ganti rugi lahan mereka kepada pemerintah daerah.

“Kalau berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) berarti ada perlakuan khusus terhadap pemilik lahan tersebut berarti harga jualnya hanya Rp 40 ribu/meter dengan luas lahan 363 Meter berarti hanya Rp 14.520.000, lalu pemilik lahan tidak mau dengan sistem pembayaran ganti rugi, untuk itu kebijakan pihak pemerintah terhadap 6 orang pemilik lahan tersebut dengan sistem kompensasi dengan harga Rp 150 ribu/meter total keseluruhan yang diterima oleh pemilik lahan Rp 54.540.000,” Ungkap Kadis PU.

Menurut Ady Empang untuk proses pembayaran kompensasi kepada pemilik lahan warga desa To’e pihak dinas akan usul pake dana APBD saja dan ini masih kami diskusikan kembali, Ungkapnya.

Selanjutnya Ia menjelaskan untuk saat ini sudah tidak ada masalah lagi dalam proses pembangunam Irigasi Wae Kuli di Kecamatan Reok Barat. [Nathan/SN]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here