oleh

Pemerintah Desa Watu Baur Kecamatan Reo Buka Jalan Desa Sepanjang 1300 Meter

MANGGARAI, SwaraNTT.net  – Pemerintah Desa Watu Baur Kecamatan Reo Kabupaten Manggarai membuka jalan desa sepanjang 1300 Meter.

Albinus keen Lambung, S.Sos selaku Kepala Desa (kades) Watu Baur  saat dilokasi kegiatan Rabu, 22/05/2019 menjelaskan bahwa program Dana Desa (DD) tahun ini yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) kami membuka jalan desa sepanjang 1300 meter dengan bentangan lebar 4 meter dan pembangunan jembatan.

Menurut Kades Watu Baur,  pembukaan jalan desa tersebut star pengerjaannya dari simpang tiga Menteraha dimulai dari jalur  pengerjaan jalan yang dibuka oleh TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menuju ke Lada desa Rura kali lalu.

Pengerjaan Jalan Desa Dari Simpang Tiga Menteraha Menuju Kantor Desa Watu Baur

Kades Albinus mengatakan, persoalan utama yang paling dikeluhkan warga desa Watu Baur selama ini adalah jalan menuju perkebunan dan sawah warga.

Lebih lanjut Ia menjelaskan lokasi proyek Pembangunan jembatan untuk tahun 2019 ini terletak di wae Nara tepatnya di dusun wae Lawar  dari RT 04 menuju SDI Watu baur, karena pekerjaan jembatan tersebut adalah lanjutan proyek padat karya tunai pada tahun 2018 lalu, Ungkap kades Albinus.

“Untuk tahun 2019 kita fokus dua (2) program pekerjaan fisik yakni membuka akses jalan desa dan pembuatan jembatan. Selama ini petani kalau mau angkut hasil sulit sekali karena harus pikul dan jalan jauh. Anak sekolah juga jalan cukup jauh. Kalau sudah ada jalan maka bisa terbantu,” katanya.

Sementara itu,  ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Vinsensius Mensen kepada media ini, Ia menggungkapkan pengerjaan buka jalan Desa tersebut tidak bisa secara manual dikarenakan susahnya medan dan harus membelah gunung makanya harus menggunakan ekskavator, Ungkapnya.

Kondisi Titik Lokasi Proyek Yang Sudah Dikerjakan

Dilokasi tersebut Mus, salah seorang warga desa Watu Baur yang ditemui awak media ini menyampaikan terimakasihnya karena akses jalan kini dapat dilalui dengan kenderaan bermotor roda dua hingga jauh kedalam kebun, ” kami petani sudah tidak begitu susah lagi menuju ladang ataupun mengeluarkan hasil pertanian untuk dibawa pulang karena ada akses jalan yang dapat dilalui kenderaan roda dua ini, jadi tak ada lagi biaya upah pikul”, ungkapnya.

Warga ini juga menjelaskan sejak terbukanya jalan ini warga petani desa semakin rajin keladangnya karena tidak lagi membutuhkan waktu yang lama untuk pulang dan pergi, “dahulu banyak waktu terbuang untuk pergi keladang atau pulangnya,  sekarang semua sudah serba cepat dan bahkan terkadang hingga sore hari kita masih diladang”, pungkas Mus. [Nathan/SN]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed