SDN Madona di Kecamatan Cibal Barat Butuh Perhatian Pemerintah Kabupaten Manggarai

0
1039

Ruteng,  Swarantt.net – Kesenjangan infrastruktur pendidikan antara pedesaan dengan kota dinilai masih terjadi di Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu nampak dengan adanya bangunan Sekolah Dasar (SD) yang usang dan rusak parah.

Di mana SD tersebut berada di Desa Lenda Kecamatan Cibal Barat, Kondisinya sangat tidak layak digunakan untuk proses belajar mengajar. Sehingga pihak sekolah dan masyarakat disana meminta perhatian dari Pemerintah untuk memperbaiki kondisi gedung sekolah itu.

Menurut Sebastian, Selaku Ketua Komite, bahwa sekolah itu awalnya masih berstatus Tambahan Ruangan Kelas (TRK)  dan tanah yang dipakai untuk bangun sekolah pada saat itu hasil swadaya dari masyarakat setempat, Kemudian dinaikan statusnya menjadi Defenitif pada tahun 2014 lalu.

Tapi seiring perjalanan waktu sepertinya perhatian  pemerintah tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat setempat, karena sampai saat ini fasilitas pendidikan di sekolah tersebut masih banyak kekurangan.

“Awalnya sekolah itu masih status TRK,  dan masyarakat disini dengan gotong royong untuk membeli tanah guna membangun gedung sekolah, dan pada tahun 2014 sudah didefenitifkan menjadi Sekolah Dasar Negri (SDN), tapi sampai saat ini masih banyak fasilitas yang kurang, salah satunya ruangan kelas yang layak bagi siswa” Ungkapnya Senin (14/01/2019).

Apa yang menjadi Misi dari Pemerintah Kabupaten Manggarai yaitu Memajukan pendidikan yang demokratis, bermutu dan akuntabel, salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam meningkatkan mutu pendidikan ialah infrastruktur, yang tidak lain adalah sarana dan prasarana terkait dengan kelas, laboratorium, maupun teknologi informasi dan komunikasi.

Sepertinya apa yang menjadi misi pemerintah manggarai tidak bisa diwujudkan oleh siswa di SDN Madona, karena dengan kondisi Ruangan kelas yang masih kurang, ruang perpustakaan dan ruangan guru tidak ada,  sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar.

Kepada swarantt.net Basilius Jangkur mengungkapkan rasa prihatin dengan kondisi gedung sekolah itu,  karena Basilius menyadari bahwa fasilitas pendidikan sangat berpengaruh terhadap semangat belajar siswa,  kurangnya ruangan kelas memaksa pihak sekolah untuk melakukan proses belajar mengajar di tempat yang tidak layak.

Kondisi itu dinilai mengganggu belajar mengajar di sekolah tersebut. Terutama pada saat hujan deras turun. Maka air akan masuk ke dalam ruangan kelas. Bahkan tidak sedikit murid basah akibat kebocoran, hingga harus dipulangkan.

“Kondisinya cukup memprihatinkan atap bocor, dinding ada sebagian jebol. Selain itu pintu yang jebol juga diperbaiki dengan kayu seadanya,” ujar Basilius ,

Kondisi ini tentunya membuat mereka merasa tidak nyaman, begitupun siswa,  semangat  membaca mereka berkurang karena perpustakaan yang sebenarnya menjadi suatu keharusan bagi setiap lembaga pendidikan, nyatanya di SDN Madona tidak ada sama sekali.

“Ruangan guru dan perpustakaan juga belum ada,  sehingga  terpaksa ruangan kelas kami bagi dua untuk dijadikan ruangan guru dan perpustakaan,  inilah yang membuat kami merasa terganggu”  tambahnya

Menyadari kondisi tersebut Pihak sekolah sering membuat laporan sekaligus proposal kepada Pemerintah untuk segera memperbaiki gedung sekolah yang sudah tidak layak,  dan menambah fasilitas pendidikan untuk menunjang proses pendidikan kedepannya.

“Kami sudah pernah laporkan kepada Dinas Pendidikan setempat, namun belum ada perbaikan hingga kini,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO)  Kabupaten Manggarai, Maksi Gandur,S.Pd ketika ditemui di ruang kerjanya, Ia mengungkapkan bahwa belum bisa dipastikan kapan bisa memperbaiki bangunan sekolah tersebut,  tetapi Dia menjajikan untuk terus berupaya supaya fasilitas pendidikan di SDN Madona bisa terpenuhi.

Dia juga meminta kepada pihak sekolah untuk bisa melengkapi administrasi dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, supaya bisa dijadikan program prioritas pada saat Musrenbangdes.

“sampai sekarang saya belum bisa pastikan kapan perbaikan itu dilakukan,  tapi saya tetap upayakan dan saya juga meminta supaya pihak sekolah harus usulkan itu pada saat Musrenbangdes untuk dijadikan program prioritas”  Tutupnya. [Peppy Kurniawan]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here