Tarian Woja Leros Warnai Pembukaan Tournamen Manggarai Timur Cup di Kota Makassar

0
311

Makassar, swarantt.net – Sanggar Budaya Manggarai (SBM)  Makassar kembali menampilkan Tarian Woja Leros dalam pembukaan Tournamen Manggarai Timur Cup di Lapangan Auri Kota Makassar (10/03/2019)

Organisasi yang tidak asing lagi di kota makassar ini dipercayakan untuk membawakan Tarian penjemputan tamu kehormatan dalam event tersebut, pasalanya Organisasi yang sebelumnya bernama Komunitas Pencinta Budaya Manggarai (KPBM) Makassar ini sering tampil dalam event-event besar di Kota Makassar.

Diketahui tarian tersebut ditampilkan, selain menghibur para penonton disamping itu untuk menyambut kedatangan Bupati Manggarai Timur Agas Andreas di Kota Makassar dalam Pembukaan Tournamen Manggarai Timur Cup itu.

Tarian Woja Leros,  kata Petrus Gauk merupakan tarian kreasi daerah Manggarai berupa cerita rakyat dan juga menceritakan kebiasaan masyarakat Manggarai, dalam tarian ini lanjut Pemuda yang akrab disapa Peter itu,  bahwa menjelaskan proses tanam padi (woja)  mulai dari menanam sampai panen.

Peter manambahkan,  adapun peralatan yang digunakan dalam tarian tersebut adalah Roto (keranjang)  yang biasa digunakan untuk menyimpan hasil panen masyarakat Manggarai,  kata Dia banyak juga nilai-nilai yang terkadung dalam tarian Woja Leros tersebut

“dalam tarian itu nilai moral yang terkandung didalamnya adalah gotong royong  atau orang Manggarai biasa menyebutnya dengan istilah “Dodo”, serta nilai religinya adalah mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil yang telah kita peroleh, sehingga gadis Manggarai biasa mengucap syukur kepada Tuhan melalui Tarian Woja Leros” Pungkas Pelatih Tarian Sanggar Budaya Manggarai itu

Sanggar Budaya Manggarai (SBM)  Makassar saat tampil pada pembukaan turnamen Manggarai Timur Cup Makassar

Kemudian ditambahkan Fransiskus Jebaru selaku ketua Umum Sanggar Budaya Manggarai (SBM)- MAKASSAR,  bahwa Tarian woja leros tidak terlepas dari kearifan lokal dan kebiasan masyarakat Manggarai dalam proses menanam padi yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi yang digambarkan dalam bentuk Tarian adat Manggarai.

Fransiskus mengungkapkan rasa senang dan bangga karena SBM Makassar sering dipercayakan untuk mengisi kegiatan-kegiatan besar di kota Makassar, dan sebagai bentuk upaya melestarikan budaya manggarai juga sebgai tanggung jawab moral generasi penerus

“Untaian kata terimakasih dan iringan Doa Kami ucapkan kepada jajaran kepanitian yang memberikan kesempatan untuk menampilkan Tarian tersebut dalam event besar ini, kami juga terus bekerja keras dan tidak patah semangat untuk terus melayani dan melestarikan budaya asli  Manggarai di kota Makassar” tutupnya.[Admin/PK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here