oleh

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kades Torongkoe, Sukses Bangun Desa Lebih Maju

MANGGARAI, SwaraNTT.NET – Pembangunan infrastruktur di Desa Torongkoe Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai terus berlanjut. Pada tahun 2018 lalu, desa tersebut mulai melakukan berbagai item pekerjaan infrastruktur yang bersumber dari Program Dana Desa (DD).

Sebagai ujung tombak pemerintahan, kepala desa (kades) Torongkoe mampu memberikan pelayanan terbaik terhadap kebutuhan masyarakat dan langsung bersentuhan ke masyarakat sebagai tugas strategis segala urusan pemerintahan yang bersentuhan langsung kepada masyarakat di tingkat desa sebagai subjek pembangunan.

Sislaus Lidgardi, Kepala Desa Torongkoe, mengatakan manfaat dari DD sangat dirasakan masyarakat desa. Apalagi dengan adanya Program Padat Karya Tunai (PKT).

Sislaus Lidgardi mengakui, program PKT yang pendanaannya berasal dari APBN ini dinilai telah membantu warganya karena mendapatkan peningkatan tambahan ekonomi.

Jalan Baru di Dusun Kilit Desa Torong Koe, Kecamatan Reok Barat

Dijelaskan Kades Torongkoe, Sislaus Lidgardi, skala prioritas serapan DD tahun 2018 lalu fokus pada pembangunan infrastruktur diantaranya bantuan rumah layak huni 17 unit, pembuatan jalan rabat beton di dusun kilit, pembuatan jalan baru menuju lokasi lapangan bola kaki, pembukaan lapangan bola kaki di dusun Rangka Teno di dusun Kilit dan pembukaan jalan baru menuju SMP Negeri 5 Reok.

“Hal ini berdasarkan hasil kesepakatan musyawarah rencana pembangunan desa dan semua pekerjaan tersebut sudah rampung semuanya, untuk tahun anggaran 2019 pada bulan juni ini star pegerjaannya,” ujar Sislaus Lidgardi, saat diwawancarai, Sabtu, (15/06/2019), di ruang kerjanya.

Menurut Kades Torongkoe,  untuk pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2019 melalui Dana Desa, berupa pembuatan rabat beton di gang Dusun Kilit menuju lokasi sekolah SMP Negeri 5 Reok, pembuatan rabat beton menuju sumber air minum bersih, bantuan 10 unit rumah layak huni, pembukaan jalan baru dan penggalian lapangan bola kaki di lokasi Rangka Teno dusun kilit tersebut sebagai pekerjaan lanjutan program tahun anggaran 2018 lalu.

Baca Juga :   Kelangkaan Minyak Tanah Terjadi di Reo, Warga Desak Pemkab Operasi Pasar

“untuk pengerjaan proyek fisik tahap I Pengerjaannya dilaksanakan  tanggal 19/06/2019. Untuk pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2019 ini melalui Dana Desa, berupa pembuatan rabat beton di gang Dusun Kilit menuju lokasi sekolah SMP Negeri 5 Reok, pembuatan rabat beton menuju sumber air minum bersih, bantuan 10 unit rumah layak huni, pembukaan jalan baru dan penggalian lapangan bola kaki di lokasi Rangka Teno dusun kilit tersebut sebagai pekerjaan lanjutan program tahun anggaran 2018, semua pekerjaan tersebut melibatkan masyarakat desa Torongkoe,” Ungkap, Sislaus Lidgardi.

Kades Torong koe (baju biru/berdiri) bersama warga sedang berada di lokasi proyek

Dijelaskannya lebih lanjut, dalam pelaksanaannya pihak desa mempekerjakan tenaga warga setempat, kecuali alat berat yang mesti disewa untuk penggalian lapangan bola kaki karena medannya sangat berat banyak batu dan kayu.

Kades Sislaus Lidgardi , menjelaskan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui dana desa, sesuai dengan semangat Undang-undang Desa, bahwasanya pembangunan infrastruktur desa bersifat “Padat Karya”.

Stanis Hasan merupakan satu dari puluhan warga Desa Torongkoe yang turut terlibat dalam kegiatan pembukaan jalan baru yang  menggunakan dana desa tahap pertama.

Ia mengaku senang karena sebagai masyarakat biasa ternyata dilibatkan dalam pembangunan desa, sehingga ke depan diharapkan pola padat karya tunai terus dilaksanakan agar desa semakin maju dan masyarakatnya bisa mendapat penghasilan dari tiap pekerjaan yang bersumber dari dana desa.

 

Nathan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 comments

  1. Trimakasih pak kades. Mohon tingkatkan tahun ajran 2019. Lapangan sepak dusun kilit ada dua. Kenapa dua? Semntara dusun Repu dan dusun keling lanting tidak diperhatikan. Tingkatkan pula program rumah tidak layak huni, krn masih terlalu banyak.

  2. Luar biasa… semoga dapat bermanfaat sesuai harapan. Lapangan yang baru di buat perlu perhatian lanjutan utk menarik minat semua pihak mengingat letaknya yang jauh dari pemukiman warga kampung kilit.

News Feed