oleh

Warga Laboya Barat Keluhkan Jalan Propinsi Yang Rusak

Sumba Barat,Swarantt.net – Jalur Provinsi Kabupaten Sumba Barat menuju Sumba Barat Daya tepatnya di Kecamatan Laboya Barat terlihat sudah rusak parah. Kondisi jalan sangat membahayakan pengguna jalan terutama saat musim hujan.

Pantauan Swarantt.net saat melintasi jalur ini dari Desa Patiala Dete hingga menuju Kodi , Minggu (4/07/2019),terlihat di beberapa titik mengalami kerusakan yang sangat parah. Aspal banyak yang terkelupas dan menyisahkan bongkahan batu besar. Salah satu titik yang rusak terlihat seperti jalan tanah yang belum beraspal. Kondisi ini terjadi jalur yang menghubungkan Kabupaten Sumba Barat ke Sumba Barat Daya.

Bagi pengendara baik itu roda empat maupun roda dua harus ekstra hati-hati ketika melewati jalur ini. Apalagi kondisi badan jalan kecil ditambah dasar badan jalan yang curam. Sehingga ketika berpapasan agak sulit untuk dihindari.

Kondisi jalan yang rusak di Kecamatan laboya barat ini sudah berjalan bertahun-tahun lamanya. Tidak adanya perbaikan, menambah titik-titik baru jalan yang rusak, sehingga mobilisasi masyarakat setempat menjadi terhambat. Parahnya lagi apabila musim hujan jalan berlubang tersebut berubah bentuk menjadi kubangan, yang setiap saat mengancam keselamatan para pengguna jalan.

Seorang Guru Sarce Maudeng  yang bekerja di sekitar PT Mitra Niaga mengeluhkan jalan provinsi ini yang sudah bertahun- tahun tidak di perhatikan padahal daerahnya memiliki hasil bumi yang melimpah, tetapi karena kondisi jalan rusak apalagi musim hujan sehingga mengalami kesulitan saat mau dipasarkan.

Baca Juga :   Jaga Kebersihan, Peserta Jambore Cabang Bareng Camat Reok Turun Pungut Sampah
Salah satu titik ruas jalan propinsi yang rusak tepatnya di Mayela Kadoka, Desa Patiala Deta (Foto : Melky Hadi)

Sementara itu Sekdes Patiala Dete, Jefri Kahele saat ditemui media ini, mengeluhkan kondisi jalan tersebut dan mengatakan untuk memperbaikinya kita berharap kepada siapa, karena jalur tersebut sering dilewati oleh pejabat,tetapi tidak ada satupun yang memperhatikannya.

“kita berharap kepada siapa? Paling Tuhan Allah, semua pejabat lalu lalang juga tapi sepertinya biasa saja” katanya

Hal senada juga disampaikan salah satu tokoh masyarakat asal laboya barat Anton Galu. Lebih lanjut Dia
menyampaikan bahwa jalan tersebut
berlumpur disaat hujan turun dan berdebu disaat musim kering.

Harapannya kata Dia pemerintah harus peka, ada masalah di depan mata tolong diperhatikan. Laboya Barat kata Dia, tidak butuh jalan yang mulus seperti jalan di kota Waikabubak dan sekitarnya, tapi tolonglah biar aspal lapen asalkan jgn berdebu saat musim kering dan jangan berlumpur di saat musim hujan.

“Mohon DPRD provinsi NTT atau pihak yang berwewenang untuk membantu kami agar kami rasakan, enaknya menjadi Warga Indonsesia yang di perlakukan sama” tutupnya

Laporan : Melki Hadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed