oleh

Aktivitas Meresahkan, Warga Desa Watu Nggelek Meminta Kegiatan PT.Floresco Dihentikan

Manggarai Barat, SwaraNTT.Net – Warga Desa Watu Nggelek, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, merasa terganggu dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh PT.Floresco, di salah satu lokasi dekat pemukiman warga.

Selama Kegiatan tersebut berlangsung, warga mulai merasa tidak nyaman, dikarenakan suara mesin yang besar hingga larut malam dan sebagian tanaman padi milik warga juga banyak yang terkontaminasi dengan limbah yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari warga sekitar, kegiatan ini di lakukan tanpa adanya sosialisasi terhadap warga serta izin Pemdes setempat.

Kepala Desa Watu Nggelek,Agustinus Adi, saat di konfirmasi terkait adanya kegiatan rersebut lewat saluran telepon, Jumat(17/7/20) membenarkan ada kegiatan yang di lakukan oleh PT.Floresco, di RT.01, Dusun Bontang sejak satu bulan terakhir.

“Dua hari terakhir ini, Saya mendapat informasi dari masyarakat sekitar lokasi proyek dengan berbagai keluhan maupun aduan,terkait kegiatan yang di lakukan PT.Floresco, dengan adanya aduan tersebut, saya langsung tugaskan dusun setempat tangani masalah itu untuk sementara waktu. Saya juga kaget selama ini, tiba-tiba disana ada aktivitas seperti itu, tanpa adanya pemberitahuan ataupun sosialisasi ke masyarakat sekitar,” tegas Agustinus.

Di sampaikan bahwa, areal proyek PT.Floresco berada ditengah pemukiman warga, sehingga warga setempat menuntut agar Aktivitas Proyek tersebut di hentikan karena warga sekitar sangat merasakan adanya dampak terhadap aktivitas yang tak berujung itu.

Baca Juga :   Diversifikasi Lini Bisnis, Nagisa Bali Dirikan Cafe Michiko

Lebih Lanjut, Agustinus menyampaikan telah menyurati pimpinan tertinggi PT. Floresco untuk mengklarifikasi atas aktivitas tersebut.
Sehingga hari ini Sabtu, 18-7-2020, dilakukan rapat di kantor Desa Watu Nggelek.

“Seandainya dalam tidak diindahkan oleh pimpinan tertinggi PT.Floresco maka kita akan laporkan ke Bupati,” kata Agustinus Adi.

Menurutnya, kegiatan tersebut belum ada pemberitahuan sama sekali.

“kasian warga saya itu malah kena dampak dari aktivitas produksi itu,belum lagi dampak Covid-19 kapan berakhirnya, malah ditambah ini,” ujarnya.

Vergilius Dahmrin, salah satu warga RT 01 Dusun Bontang-Dalong, Desa Watu Nggelek,saat dimintai keteranganya mengatakan sangat terganggu dengan adanya kegiatan dari PT.Floresco.

“Kami menghirup udara yang tidak baik untuk kesehatan yaitu dari produksi olahan semen dan material lainnya dan keluar masuk kendaraan tanpa hentinya sehingga polusi udara dimana-mana,” tuturnya.

Selain polusi udara Vergilius juga menyesalkan PT. Floresco yang sudah membuang limbah material . Sehingga tumbuhan padi disekitar lokasi terkontaminasi dengan material-material proyek tersebut.

Lanjut Vergilinus, Pemerintah Desa Watu Nggelek, akan mengadakan rapat pada hari ini sabtu pukul 10.00 WITA (18/07/2020) untuk menindaklanjut terkait aduhan masyarakat,bersama pimpinan tinggi PT.Floreco berdasarkan surat yang sudah di kirim oleh PEMDES Watu Nggelek.

 

Laporan : Volta

News Feed