oleh

Anggota DPR RI Ansy Lema kunjungi Pembangunan Rumah Alat Bakar Sampah Insinerator di Mabar

-NASIONAL-1.033 views

MANGGARAI BARAT, SwaraNTT.Net – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema, kunjungi pembangunan rumah alat bakar sampah Insinerator yang berlokasi di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/10/2020).

Dalam kunjungan tersebut anggota DPR RI Ansy Lema, ditemani oleh Sinta Saptarina Soemiarno, Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada Jumat (23/10/2020).

Yohanis Fransiskus Lema Anggota DPR RI bersama Sinta Saptarina Soemiarno Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 KLH

Menurut Ansy Lema, masalah sampah telah menjadi persoalan serius bagi Labuan Bajo semenjak banyaknya kunjungan wisatawan baik nasional ataupun mancanegara.

“Ibukota Kabupaten Mabar yaitu Labuan Bajo telah menjadi kota destinasi wisata internasional. Karena itu, sarana prasarana pendukung sebagai kota pariwisata harus disiapkan dengan baik. Salah satunya adalah pengelolaan sampah,” Ungkap Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.

Apalagi, jelas Ansy lema, di tengah situasi pandemi saat ini yang menyebabkan volume limbah medis infeksius yang tergolong sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) meningkat

Lebih lanjut jelas Ansy Lema, Ia telah menyuarakan persoalan ini dalam berbagai Rapat Kerja dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3).

Baca Juga :   UU Baru Minerba: IUP dan IUPK Wajib Reklamasi dan Pascatambang Sukses 100%

“Usul konkrit saya ke Menteri LHK adalah agar segera dibangun insenerator di Labuan Bajo, apalagi di Labuan Bajo terdapat tiga Rumah Sakit dan sejak awal saya telah mendapatkan masukan dari Ibu Maria Geong, Wakil Bupati Mabar, agar dapat berjuang di Senayan dalam pembangunan insinerator,” Jelas Politisi PDI Perjuangan asal NTT

Menurut Ansy Lema, atas perjuangan inilah, KLHK sebagai pemerintah pusat menaruh perhatian pada kabupaten Mabar dan akhirnya membangun rumah insinerator yang berlokasi di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Mabar.

“Pembangunan shelter insinerator ini adalah bukti kerja sama yang baik antara Pemerintah Pusat (KLHK) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT,” Jelas Ansi Lema.

Total anggaran rumah Insinerator dan insineratos senilai lebih dari 6 miliar rupiah yang berasal dari dana APBN.

Lahan tempat insinerator ini dibangun adalah milik Pemprov NTT. Sementara, dana pembangunan rumah dan peralatan insinerator berasal dari dana pemerintah pusat (KLHK).

Untuk diketahui Insinerator atau pembakaran sampah adalah teknologi pengolahan sampah dengan cara dibakar dalam suhu tinggi (minimal 1.000 derajat celcius).

News Feed