oleh

Bawaslu Manggarai Segera Luncurkan Program ‘’Lejong Ngopi’’

Ruteng, SwaraNtt.net – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Manggarai akan segera meluncurkan Program “Lejong sambil Ngopi”. Program ini merupakan salah satu kegiatan pilihan lembaga Bawaslu kabupaten Manggarai dalam rangka meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat dalam hajatan pemilihan bupati dan wakil bupati Manggarai yang dilaksanakan serentak 23 September 2020 mendatang.

Demikian disampaikan Kordinator Pencegahan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Manggarai,Herybertus Harun, Selasa (7/1/2020)

Lebih lanjut Hery menambahkan partisipasi dan pengawasan dari masyarakat dalam pilkada merupakan unsur terpenting juga, ini kata Dia akan berpengaruh pada proses pilkada yang lebih elektoral.

“ia, yang diharapakan juga peran masyarakat dalam pengawasan pilkada, sehingga pilkada bisa berjalan sesuai amanat undang-undang, jujur dan adil” kata Hery

Kegiatan ‘Lejong sambil Ngoborl Pilkada (Ngopi) kata mantan Jurnalis ini bertujuan memberikan pencerahan dan pendidikan pada bidang kepemiluan, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati khususnya dalam bidang pengawasan, pencegahan, penindakan dan penyelesaian sengketa proses dalam hajatan pesta demokrasi lima tahunan Pilkada. Tujuannya tentu

“Dalam rangka mendorong dan meningkatkan partisipasi masyarakat melakukan pengawasan dalam Pemilihan Bupati dan wakil bupati Manggarai September mendatang,kami luncurkan beberapa kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat” kata Hery.

Kata “Lejong” sendiri merupakan bahasa daerah Manggarai yang berarti “Bertamu atau mengunjungi ” sementara kata “Ngopi” merupakan singkatan dari Ngobrol Pilkada.

Baca Juga :   Hasil Tes Swab Negatif, Dua OTG di Manggarai Diserahkan Kembali kepada Keluarga

“Jadi program ini sebenarnya mempunyai makna Bawaslu Manggarai akan bertamu ke semua stakeholder, simpul-simpul komunitas atau elemen masyarakat lain untuk melakukan disksui berkaitan dengan penyelenggaraan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai” katanya.

Hery menjelaskan program ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan stakeholder akan pentingnya pengawasan pilkada, serta mendapatkan masukan dari masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan pengawasan pilkada.

Dalam kegitan “Lejong sambil Ngopi” ini Bawaslu Manggarai akan melibatkan sejumlah elemen masyarakat seperti tokoh muda, organisasi kepemudaan dan mahasiswa,tokoh masyarakat, tokoh agama, partai politik, ASN, TNI, dan Polri, kaum Disabilitas,komunitas rentan lainya dan sejumlah elemen lain untuk bersama Bawaslu melakukan pengawasan di seluruh tahapan pilkada tahun 2020.

Partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan pemilihan bupati dan wakil bupati jelas Hery adalah bentuk nyata dari keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan sangat diharapkan demi terwujudnya pemilihan yang berkualitas dan bermartabat. Masyarakat juga diminta untuk masif melakukan upaya kontrol untuk menjaga seluruh proses tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati.

Untuk diketahui, konteks pengawasan bukan sekedar tugas penyelenggara pemilu, dalam hal ini Panwas dan Bawaslu. Tetapi tanggung jawab semua stakeholder.

Penulis : Silve

Komentar

News Feed