oleh

Beda Pilihan di Pilkada Manggarai, Rumah Warga di Desa Lante Dibongkar

MANGGARAI, SwaraNTT.Net Karena berbeda pilihan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di kabupaten Manggarai, Albertus Poing, warga di Desa lante terpaksa memindahkan rumahnya. Karena pemilik lahan tidak senang Albertus Poing memilih calon lain.

Penyebabnya, dia menempati tanah milik Yustinus Samar yang berbeda pilihan pada Pilkada di kabupaten Manggarai.

Albertus Poing adalah seorang warga dusun Tanah Rata, Desa Lante, kecamatan Reok Barat menjadi korban Pemilihan Pilkada di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Jumat (11/12/ 2020).

Informasi yang dihimpun media ini, Albertus Poing, yang menumpang membangun rumah diatas tanah milik keluarganya di dusun Tanah Rata, Desa Lante, kecamatan Reok Barat disuruh untuk membongkar rumahnya.

Kepada media ini, Egiyana Triastuti istri Albertus Poing menjelaskan pada tanggal 9 Desember 2020 tepatnya pada pukul 14.00 Wita , pemilik lahan menemui suaminya di rumah milik Dame Mbajang dan mendesak segera bongkar rumah.

“Saya bersama suami memang bagi suara untuk dukung dua kandidat, itu alasannya pemilik lahan usir kami,” jelas Egiyana Triastuti kepada media ini.

Pembongkaran rumahnya tersebut, kata Egiyana, atas perintah pemilik lahan. Saat itu, ia diminta secepatnya pindah karena kesal tidak ikut mendukung calon dukungan pemilik lahan.

Menurut warga yang enggan dimediakan namanya mengatakan pemilik tanah menyuruh membongkar rumah Albertus Poing karena beda pilihan pada Pilkada kabupaten Manggarai.

Baca Juga :   BOP Labuan Bajo Gelar Kegiatan Seminar Penguatan Digitalisasi Destinasi Wisata

”Poing terpaksa bongkar dan pindahkan rumah. Itu gara-gara beda pilihan dengan sang pemilik tanah,” Jelas warga desa Lante.

Saat ini rumah rumah milik Albertus Poing  yang selama ini ditempati di lokasi milik Yustinus Samar dipindahkan ke tanah milik warga Fransiskus Juang di Desa Lante.

Rumah semi permanen milik Albertus Poing tersebut dibongkar, dan dibantu beberapa warga sekitar untuk bisa diangkat ke lokasi yang baru berjarak kurang lebih 300 meter. Ia beruntung masih ada warga yang mau meminjamkan tanahnya untuk ditempati sementara.