oleh

Belum Ada Instruksi Lockdown, Pelabuhan Reo Masih Ijinkan Kapal Masuk, Warga Cemas

Ruteng, Swarantt.net – Penyelenggara Pelabuhan Kelas 2 Reo hingga saat ini masih mengijinkan Kapal Penumpang masuk dan bersandar di Dermaga Kedindi. Hal ini karena belum ada Instruksi Pemerintah Pusat terkait Lockdown atau penutupan jalur laut di tengah Virus Corona yang semakin mewabah ini.

Seperti dipantau Media ini Minggu 22 Maret 2020 Malam, sebuah Kapal Penumpang Sabuk Nusantara 49, Rute Makasar – Reo masuk dan berlabuh di Dermaga Kedindi.

Selain itu, terpantau pada Rabu 18 Maret 2020, sebuah Kapal Maloli Rute Maumere – Reo masuk dan menurunkan sekitar puluhan Penumpang di Dermaga Kedindi.

Menanggapi itu, MN seorang Warga Kecamatan Reok mengaku bahwa dirinya cemas terhadap kebijakan Pemerintah yang hingga saat ini belum menutupi sejumlah jalur masuk di sektor laut.

Menurutnya, keterlambatan mengeluarkan instruksi Lockdown ini membuat wabah pandemi Corona semakin tersebar luas apalagi Kabupaten Manggarai sudah mengidentifikasi 4 orang masuk dalam ODP Covid-19.

“Ini bagian dari antisipasi. Tidak salah kalau Masyarakat cemas, pasalnya Penumpang yang turun dari Kapal dominan berasal dari Daerah yang terpapar Corona” Kata MN.

“Ibadah saja disarankan untuk ditiadakan. Semua tahapan yang direncanakan ikut tertunda, sementara Pelabuhan laut masih bebas merdeka dibuka. Terus mana yang benar, mengapa orang-orang luar masih diijinkan masuk ke Manggarai” Kata MN sesal.

Dia berharap Pemerintah secepatnya mengeluarkan instruksi Lockdown agar penularan Covid-19 bisa selalu diwaspadai terutama dari sektor laut.

Baca Juga :   Kontingen O2SN SD dan SMP Sumba Barat Bertanding di Tingkat Propinsi

Terpisah, Camat Reok Paulus Ngambol, S.Sos kepada Swarantt.net mengaku bahwa memang pihaknya belum menerima instruksi pusat soal penutupan jalur laut atau Lockdown.

Menurut Ngambol, Pemerintah Pusat baru mengeluarkan instruksi Social Distancing kepada Masyarakat sedangkan Lockdown belum.

“Kita hanya diminta untuk patuhi Social Distancing, artinya jauhi perkumpulan dan selalu bekerja, belajar dan berdoa di Rumah, sedangkan untuk melarang orang luar masuk ke Manggarai melalui jalur laut belum bisa dilakukan karena menunggu instruksi pusat” Tutur Ngambol.

Lebih lanjut Mantan Lurah Carep, Kecamatan Langke Rembong itu mengaku bahwa sejauh ini pihaknya sedang berkordinasi intens dengan pihak Penyelenggara Pelabuhan dalam hal ini Syahbandar untuk memastikan penutupan jalur laut, namun belum ada sebuah Prosedur Tetap (Protap) dari Pemerintah Pusat soal penutupan itu.

“Saya sudah sampaikan hal ini ke Bupati waktu rapat Minggu lalu, namun Bupati jelaskan bahwa belum ada instruksi pusat untuk soal itu” Pungkas Ngambol.

Untuk menghindari penularan Virus Corona, Kata Ngambol, pihaknya sudah bekerja sama dengan Puskesmas Reo untuk mengukur suhu atau deteksi dini Penumpang Kapal yang masuk.

“Itu saja hal yang bisa Kami lakukan dulu. Pihak Medis selalu mengukur suhu Penumpang setiap kali Kapal masuk dan Puji Tuhan sampai sekarang belum ada yang teridentifikasi Virus Corona” Ungkap Ngambol.

Sementara itu Kepala Syahbandar Reo belum dapat dikonfirmasi terkait hal ini meskipun sudah beberapa kali dihubungi Wartawan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed