oleh

Belum Setahun Digunakan,Tembok Irigasi Wae Tumbu SDI Cunca Lawir Sudah Ambrol

Manggarai, SwaraNTT.Net – Tembok saluran Irigasi Wae Tumbu SDI Cunca Lawir, Kelurahan Lawir, Kecamatan Langke Rembong, yang baru dikerjakan pada tahun 2019 lalu, saat ini sudah rusak parah atau ambrol.

Informasi yang dihimpun media ini dari masyarakat seputaran lokasi yang namanya enggan dimediakan mengatakan, bahwa proyek tersebut didanai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai tahun 2019 dan yang mengerjakannya CV.Wae Cimbul. Mereka juga mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa besaran biaya dari proyek tersebut.

“tolong pa wartawan jangan tulis nama kami, kami hanya masyarakat biasa, tetapi kami juga punya hak untuk menyampaikan hal ini, proyek rusak seperti ini” kata mereka.

Dari hasil pantauan SwaraNTT.Net di lapangan Jumat, (07/08/2020) ditemukan kondisi fisik proyek saluran tersebut sudah rusak parah. Bagian fondasi bawah sudah lubang dan retak, sehingga menyebabkan temboknya miring dan hampir runtuh. Terlihat beberapa potong bambu digunakan untuk menopang tembok agar tidak runtuh.

Sementara sepanjang kurang lebih belasan meter, saluran tersebut sudah ambrol dan pecah tidak beraturan. Diantara reruntuhan tembok tersebut sampah bertebaran dimana-mana.

Runtuhnya tembok ini diduga karena kerjanya asal-asalan sehingga tidak bisa menahan terjangan banjir selama musim penghujan. Padahal, program kegiatan ini baru selesai dikerjakan akhir tahun 2019 tapi kondisinya sudah hancur.

Tembok dari saluran tersebut sudah rusak parah dan telah berlangsung lama, tetapi belum diperbaiki oleh pihak CV. Wae Cimbul selaku kontraktor pelaksana.

Baca Juga :   Pagi Ini Marsel Ahang Kembali Diperiksa Sebagai Tersangka DI Polres Manggarai

Warga juga mengatakan, apabila pihak kontraktor tidak segera memperbaikinya, akan menimbulkan masalah karena tanah terus digerus air dan mengakibatkan tanah terkikis.

“Pihak kontraktornya harus bertanggung jawab dengan proyek ini, kalau tidak pasti menimbulkan masalah karena tanah terus digerus air dan mengakibatkan tanah terkikis” jelas warga.S

Sementaraitu hingga berita ini diturunkan pihak PPK dan kontraktornya belum berhasil dikonfimasi.

Penulis :Silve

News Feed