oleh

BPNB Propinsi Bali Gelar Workshop Bertajuk Cerita Dibalik Kopi, Narasi Budaya Dibalik Kopi Colol

Manggarai,SwaraNTT.Net – Dalam rangka mendukung Pengembangan Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo, Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi (BPNB) Bali salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Direktoral Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi menyelenggarakan kegiatan workshop di Hotel Revayah Ruteng (12-14/11/2021). Acara dibuka langsung oleh Bupati Manggarai Timur Andreas Agas.

Nuryahman Perwakilan BPNB Bali saat memberikan sambutan mengatakan bahwa tujuan Workshop ini untuk memfasilitasi masyarakat khususnya para generasi muda agar lebih mengenal dan memahami keberadaan kopi sebagai sebuah komoditas yang mendunia melalui pemahaman nilai budaya yang terkandung di dalamnya, sehingga dapat menunjang daya tarik wisata sekaligus melestarikan budaya daerah, dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Filosofi Manggarai gendang one lingko pe’ang terintegrasi dalam praktik hidup bertani kopi bagi masyarakat Colol, agar membangun relasi yang harmonis antara manusia dengan alam (kebun). Oleh karena itu, perlu dukungan semua pihak, baik pemerintah, LSM, Pers, akademisi, serta seluruh lapisan masyarakat.

Keberhasilan Kopi Colol sebagai ikon bertani kopi Manggarai lanjut Nuryahman, dapat mengangkat derajad Manggarai di bidang kebudayaan dan Pariwisata. Salah satu kopi yang telah mendunia adalah berasal dari lembah Colol kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur. Ada beberapa jenis kopi yang ditanam oleh petani disana, mulai dari arabika, yellow caturra, red caturra, juria, robusta, dan beberapa jenis lainnya.

Dalam kurun waktu dua tahun terkahir ini, produk olahan kopi tengah merebak. Sebagai minuman, kopi telah diolah menjadi berbagai bentuk olahan minuman. Dengan melihat potensi yang dimiliki Manggarai Timur serta perkembangan dunia terhadap bentuk olahan kopi, maka perlu kiranya dilakukan sebuah kegiatan guna menggali potensi serta mengolah kopi di wilayah Manggarai Timur.

Sehingga hasil dari workshop ini lanjut Nuryahman tersedianya data tentang hasil kopi di Kabupaten Manggarai Timur serta stakeholder yang mendukungnya, adanya data mengenai kebutuhan pelatihan-pelatihan yang diperlukan bagi masyarakat Manggarai Timur, adanya wirausaha aktif produk olahan kopi.

Baca Juga :   Puskesmas Kota Ruteng Gelar Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok

Sementara itu Bupati Manggarai Timur Andreas Agas dalam sambutannya mengatakan bahwa Kopi saat ini sudah menjadi produk ekonomi global. Minum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Salah satu kopi yang meraih predikat terbaik adalah kopi Colol. Saat ini negara-negara penghasil kopi berlomba untuk menghasilkan produk kopi yang berkualitas tinggi dengan citarasa yang khas dan aroma yang kuat.

Bupati Ande menambahkan Indonesia saat ini merupakan produsen kopi keempat terbesar di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.

“Tantangan kita ke depan bukan hanya menjadikan Indonesia sebagai produsen kopi terbesar di dunia, melainkan menjadi negara penghasil kopi berkualitas terbaik dan penyedia SDM barista atau penyaji kopi terbaik di dunia yang akan tersedia bagi pasar tenaga kerja internasional” kata Bupati Ande.

“Karena itu kita harus punya visi bersama bahwa ketika bicara kopi dan Indonesia, rujukannya adalah kopi dari NTT, bicara kopi di NTT, orang akan langsung ingat Manggarai Timur dan sudah pasti akan ingat Colol. Maka workshop ini menjadi sebuah momentum yang tepat untuk menggugah kita semua agar berpikir kreatif dan menghasilkan produk kopi lokal yang bercitarasa global” tutup Ande.

News Feed