oleh

BPOM Manggarai Barat Musnahkan Barang Hasil Sitaan Di Gudang Farmasi Ruteng

MANGGARAI, SwaraNTT.net Memasuki hari kedua hari ini Jumat (22/03/2019) inspeksi mendadak (sidak) untuk merazia barang kedaluwarsa yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Manggarai Barat dan petugas gabungan Dinkes Manggarai, kembali menemukan kerupuk yang mengandung boraks, sebanyak 21 bal yang tersebar di beberapa kios di pasar inpres Ruteng.

Disaksikan Swarantt.net di lokasi, Petugas bersama BPOM langsung mengambil tindakan tegas dengan menyita kerupuk tersebut. Selanjutnya kerupuk tersebut didata dan dibawa ke Dinas Kesehatan untuk digabungkan dengan barang sitaan hasil razia hari pertama untuk dimusnahkan.

Razia ini sudah dilakukan selama 2 hari Kamis – Jumat (21-22/03/2019). Hasilnya sebanyak 28 sarana (kios,mini market,swalayan), yang sudah di razia dan 5 sarana yang positif menjual barang kedaluwarsa.

Kelima pemilik sarana tersebut diminta oleh petugas untuk menandatangani pernyataan kesepakatan agar tidak menjual barang yang mengandung bahan berbahaya karena kedaluwarsa, produk yang kemasannnya tidak berlabel dan makanan yang mengandung boraks.

Penyidik BPOM Manggarai Barat Bernardus B.Moron,S.Si.M.Hum kepada swarantt.net di lokasi kegiatan Jumat (22/03/2019) menjelaskan semua pemilik  sarana yang didatangi petugas BPOM korporatif memberikan keterangan dan merelakan barangnya disita petugas.

Hal ini kata Bernardus merupakan hal yang baik untuk konsumen, sehingga bisa terhindar dari paparan zat berbahaya yang terkandung didalam produk makanan ataupun kosmetik.

Hal senada juga disampaikan Kepala BPOM Kabupaten Manggarai Barat, Martinus Sembiring. Untuk barang  – barang yang sudah kedaluwarsa, makanan yang mengandung boraks kata Kepala BPOM ini semuanya harus dimusnahkan. Agar peredarannya bisa dibendung sehingga konsumen terlindungi.

Pukul 12;13 BPOM bersama petugas gabungan langsung menuju gudang farmasi Ruteng untuk melakukan pemusnahan barang-barang kedaluwarsa dan makanan mengandung boraks, yang disita saat melakukan razia selama dua hari.

Disaksikan BPOM, petugas gabungan, para pemilik tempat usaha dan media barang-barang tersebut dimusnahkan dengan cara dikubur dan juga dibakar.

Baca Juga :   Awali Tugas, Satgas Yonif MR 413 Silaturahmi dengan Masyarakat Perbatasan

Di sela-sela pemusnahan barang-barang tersebut Kepala BPOM Manggarai Barat, Martinus Sembiring menghimbau kepada semua masyarakat Manggarai Raya, agar hati-hati memilih produk makanan dan kosmetik. Pada saat membeli wajib mengecek label yang tertera pada barang, sehingga bisa diketahui masa berlakunya ataupun jenis produknya, ini penting agar terhindar dari paparan bahan berbahaya.

Untuk diketahui Boraks adalah zat kimia yang terdapat dalam produk-produk rumah tangga seperti detergen, plastik, perabot kayu, dan kosmetik. Meski zat kimia satu ini memiliki banyak kegunaan dalam dunia industri, penggunaan yang salah sangat berbahaya bagi kesehatan. Apalagi kalau masuk ke dalam tubuh lewat makanan.

Boraks memiliki nama lain natrium tetraborat dan sodium tetraborat. Zat pengawet ini juga dikenal di masyarakat dengan nama ‘bleng’.

Dalam dunia industri, boraks biasanya sering digunakan untuk membuat campuran detergen, glasir enamel gigi buatan, plastik, antiseptik, pembasmi serangga, salep kulit, dan pengawet kayu.

Petugas saat menyita Kerupuk yang mengandung Boraks

Beberapa gejala yang bisa ditimbulkan jika seseorang terpapar boraks adalah:

– Sakit kepala

– Demam

– Tidak enak badan (malaise)

– Mual atau muntah terus-terusan

– Nyeri hebat pada perut bagian atas

– Diare

– Lemah, lesu, dan tak bertenaga

– Perdarahan di usus atau lambung disertai dengan muntah darah

Dalam kasus yang parah, zat kimia ini bahkan dapat menyebabkan kematian. [Silve]

 

Komentar

News Feed