oleh

Demo Mahasiswa Papua di Yogya: Tuntut Pemerintah Tarik Militer dari Papua

-NASIONAL-2.477 views

YOGYAKARTA, Swarantt.Net – Puluhan mahasiswa asal Papua di Yogyakarta turun ke jalan menggelar aksi keprihatinan atas konflik yang terjadi di Papua, Kamis, (05/09/2019).

Aksi ini terjadi bermula pada peristiwa pengepungan dan tindakan rasime terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang, dan Semarang.Massa yang cukup banyak membuat Polisi menutup akses lalu lintas di Jalan Malioboro hingga titik nol kilometer Yogyakarta.

Koordinator aksi, Yancen mengatakan demonstrasi ini merupakan respons atas tindakan rasialisme yang diterima masyarakat Papua beberapa waktu lalu.

Aksi demonstrasi dimulai sekitar pukul 11.30 WIB, massa memulai aksi dengan berjalan kaki dari jalan kusumanegara kemudian melewati kawasan makam pahlawan. Mereka kemudian melakukan aksi dan orasi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.Sambil membentangkan berbagai poster, mereka melakukan orasi untuk mendukung terwujudnya suasana aman dan nyaman di Tanah Papua.

Dalam aksi tersebut sejumlah tuntutan yang disampaikan saat aksi di Kawasan Nol Kilometer Kota Yogyakarta.

Diantaranya menuntut pemberian hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat dan meminta pemerintah Indonesia menarik pasukan militer dari Papua.

Koordinator aksi demonstrasi, Yancen, menjelaskan bahwa saat ini di papua terjadi pembunuhan secara misterius bahkan diduga empat ribu warga mengungsi di Wamena puncak jaya.

Bahkan menurut Yancen, ini tidak terlepas dari sistem yang dibangun oleh pemerintah saat ini setiap pendekatan yang dilakukan menggunakan cara militer di papua sehingga pemerintah RI harus mengakui kemerdekaan papua 1 desember 1961.

Baca Juga :   Jokowi: Ibu Kota Negara akan Dipindahkan ke Kalimantan

Lebih lanjut Ia menjelaskan aksi ini tetap terus kami lakukan sampai papua merdeka kami tidak akan berhenti-henti untuk selalu menyuarakan dan melakukan aksi ini.

“Hentikan penjajahan terhadap bangsa West Papua. Berikan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa West Papua,” katanya.

Aksi demonstrasi yang berlangsung hingga pukul 15.00 WIB ini berlangsung kondusif. [G.Nathan]

 

Komentar

News Feed