oleh

Diduga Proyek DD Mangkrak dan Intimidasi Warga, Ini Penjelasan Pjs Nao

-DAERAH-1.475 views

Manggarai, SwaraNTT.Net – Pejabat Sementara (Pjs) desa Nao, Yosef Cetak, membantah adanya proyek mangkrak yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) dan telah melakukan intimidasi kepada warga yang menamakan dirinya Gerakan Masyarakat Desa Nao oleh pihak Babinsa dan babinkantibmas yang bertugas di desa tersebut, Kamis (17/06/2021).

Sebelumnya, ketua Koordinator GMDN melaporkan Pjs desa Nao, ke pihak Kejari Manggarai, terkait pengelolaan Dana Desa yang tidak transparan dan terkesan mangkrak, pada Selasa 15 Juli 2021.

Menanggapi hal tersebut, Pjs Desa Nao, menjelaskan, pembangunan lapangan bola Volly, pembangunan tempat sampah dan pembangunan panggung lapangan sepak bola di desa Nao, sudah terlaksanan dengan baik dan telah di audit oleh dinas Inspektorat.

Terkait dengan pernyataan intimidasi oleh Stefanus Woket dibeberapa media, Pjs Yosef Cetak menjelaskan tidak pernah ada intimidasi tersebut terhadap beberapa warga desa Nao, oleh pemerintah desa, babinsa dan babinkantibmas.

Menurut dia, pemerintah desa sebelumnya telah mengeluarkan surat undangan terhadap Stefanus Woket dan beberapa temannya untuk klarifikasi terkait beberapa poin aduan, tetapi tidak ada yang hadir.

Soal kehadiran Linmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Pjs desa Nao, juga menjelaskan pihak pemerintah Desa hanya mau memastikan alasan ketidakhadirannya Stefanus Woket dan beberapa temannya setelah pihak desa mengeluarkan undangan pertama.

“Tujuan undangan kami, untuk menjelaskan terkait poin- poin pengaduan dari saudara Stefanus Woket. Yang hadir dalam undangan klarifikasi itu hanya 4 orang selain Stefanus Woket,” ujar Pjs Nao.

Fidelis Putra Sukur, Tokoh Masyarakat Desa Nao Kecamatan Satar Mese Utara

Terpisah, salah satu anak pemanggu adat Gendang Tengger, Fidelis Putra Sukur, menjelaskan sampai saat ini status tanah lapangan sepak bola yang berlokasi di Desa Nao merupakan tanah milik Gendang Tengger dan dimanfaatkan untuk umum.

Fidelis membantah pernyataan Stefanus Woket terkait status kepemilikan tanah lapangan sepak bola Langke Majok, yang menurut Stefanus sudah diserahkan ke pihak kecamatan.

“Lapangan Bola kaki Langke Majok, milik Gendang Tengger. Kalau ada penyerahan tanah pasti saya tau. Lapangan Bola kaki itu untuk umum, siapapun yang mau pake untuk kegiatan olahraga tidak ada masalah,” tegas Fidelis.

Baca Juga :   Pangdam Lantik 400 Prajurit Tamtama TNI AD

Lebih lanjut, Fidelis menjelaskan pembangunan panggung di lapangan bola kaki Langke Majok atas dasar usulan melalui musyawarah dusun dari warga dusun Tengger. Bukan pembangunan sepihak oleh pemerintah Desa.

Florianus Siarno, Tokoh Masyarakat Desa Nao, Kecamatan Satar Mese Utara

Sementara, Florianus Siarno, salah satu tokoh masyarakat desa Nao, kepada media ini menjelaskan, aksi yang dilakukan oleh Stefanus Woket dan beberapa teman lainnya bukan gerakan masyarakat desa Nao. Dan itu aksi pribadinya.

“Saya sebagai tokoh masyarakat desa Nao, mengecam keras aksi yang dilakukan Stef Woket, mengatasnamakan masyarakat desa Nao. Sebagian besar masyarakat tidak mengetahui organisasi Gerakan Masyarakat Desa Nao (GMDN) itu. GMDN tidak ada di desa Nao,” tegas

Terkait dengan pelaksanaan pembangunan proyek yang bersumber dari dana desa, Florianus Siarno, mengungkapkan semuanya disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), yang melibatkan masyarakat desa Nao.

“Semua pembangunan yang ada di desa Nao melalui Musdus dan Musdes. Acuan pembangunan itu dasarnya melalui Musyawarah tingkat dusun. Semua kegiatan fisik pembangunan selalu dipasang papan informasi kegiatan. Dan masyarakat dilibatkan dalam pekerjaan,” pungkasnya.

Rino Pradyansah, Tokoh Muda Desa Nao, Kecamatan Satar Mese Utara

Rino Pradyansah, salah satu tokoh Muda desa Nao, menjelaskan pernyataan Stefanus Woket yang beredar pada Video pemberitaan dan media online bukan gerakan masyarakat desa Nao secara umum.

“Pernyataan saudara Stefanus Woket, yang ada di video pemberitaan mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Desa Nao, itu tidak benar. Saya mewakili kalangan muda tidak mengetahui apa yang akan dipersoalkan oleh saudara Stefanus Woket terkait pembangunan di desa Nao,” tegas Rino. [Gusty]

News Feed