Dukung KTT ASEAN, PLN Pastikan Keandalan Listrik di Labuan Bajo

Tidak berhenti di sana, Sindu juga menyampaikan bahwa nantinya jelang KTT Asean, PLN juga akan menyiagakan 320 personel untuk bergerak cepat memitigasi risiko dalam melakukan pengamanan dan menjawab kebutuhan pelanggan.

“Kami juga menyiapkan peralatan pendukung seperti 47 set uninterruptible power supply (UPS), 21 set unit gardu bergerak (UGB), 6 set unit kabel bergerak (UKB) dan 34 unit genset,” pungkas Sindu.

Terakhir, PLN juga membentuk command center sebagai pusat kontrol dan monitoring siaga kelistrikan selama perhelatan KTT. Command center tersebut dilengkapi dengan peralatan-peralatan pemantauan dengan teknologi terkini hasil kerja sama dengan PT PLN Icon Plus.

Lebih lanjut Sindu Putra mengatakan pasokan listrik untuk KTT ASEAN juga didukung beberapa jenis pembangkit yang bersumber dari mesin gas, panas bumi, diesel, tenaga uap, mini hidro, dan tenaga suria yang tersebar dari Labuan Bajo hingga Maumere.

Pasokan listrik dari berbagai pembangkit itu, kata dia, disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kilo Volt (kV) dan 150 kV serta jaringan distribusi 20 kV.

Sindu Putra menambahkan, sebelumnya sistem kelistrikan Flores terbagi dua yaitu Sistem Flores Barat dari Labuan Bajo sampai Bajawa Kabupaten Ngada, dan Sistem Flores Timur dari Kabupaten Ende hingga Maumere, namun kedua sistem tersebut sudah tersambung sejak Juli 2021.

“Dengan sistem yang handal ini kami optimis tidak hanya untuk mendukung KTT ASEAN, namun ke depan bisa membantu meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.