oleh

Gelar Aksilarasi di Labuan Bajo, Ivan Nestorman Dampingi Subsektor Musik

-DAERAH-152 views

Manggarai Barat, SwaraNTT.Net – Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, melalui Direktorat Industri Kreatif Musik, Seni Pertunjukan dan Penerbitan menggagas program AKSILARASI.

Kegiatan ini berlangsung di aula Setda Kantor Bupati Manggarai Barat, pada Kamis (18/11/2020).

Hal ini dilakukan berdasarkan amanah Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, bahwa pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya berorientasi kepada para pelaku yang berada di wilayah perkotaan atau urban, melainkan masyarakat-masyarakat di pedesaan atau rural pun dapat merasakannya.

AKSILARASI sebagai akronim dari Aksi, Selaras dan Sinergi merupakan sebuah program pendampingan yang mementingkan keterhubungan pemerintah pusat dand daerah

Kerjasama ini di lakukan bersama pelaku kreatif berbasis urban, digital dan akademik dengan pelaku kreatif di wilayah destinasi yang berbasis tradisi, rural dan komunal.

AKSILARASI juga merupakan program pendampingan penciptaan produk kreatif di destinasi super prioritas yang menghubungkan pusat dengan daerah, pemerintah dengan masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk bersama-sama menciptakan ekonomi kreatif berkelanjutan.

Secara umum, program AKSILARASI dilaksanakan di beberapa lokus destinasi prioritas dan destinasi super prioritas seperti Labuan Bajo (Manggarai Barat), Mandalika (Lombok), Danau Toba (Sumatera Sumatera Utara), dan Likupang (Sulawesi Utara),dan Labuan Bajo dipilih menjadi lokus kegiatan AKSILARASI.

Labuan Bajo merupakan daerah yang memiliki keragaman budaya, kekayaan seni tradisi, dan komunitas kreatif yang mendukung pelestarian baik alam maupun budaya.

Tahapan program inkubasi karya di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 20 November 2020.

Kegiatan AKSILARASI diakhiri dengan kegiatan Uji Publik yang di laksanakan pada tanggal 19 November 2020,sebagai bentuk perayaan kerja-kerja kreatif seniman, artisan, dan penggiat literasi.

Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan protokol CHSE (Cleanliness, Health,Safety, dan Environment),dan di dukung oleh Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores, Kemenparekraf/Baparekraf dengan tema besar “Merawat Ingatan Merayakan Peradaban”.

Program ini akan dilaksanakan selama 5 tahun dengan tahapan pertahun yang telah direncanakan dengan proses pendampingan terhadap komunitas/kelompok/masyarakat.

Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Ekonomi Kreatif,Muhammad Neil El Hilman menyampaikan bahwa, dengan pendampingan pada empat subsektor ekraf tersebut dapat mendukung terciptanya tata kelola usaha kreatif yang mumpuni dan terinstitusi di kawasan DP/DSP, baik formal maupun informal, dari hulu hingga hilir.

Selain itu kata dia, dari program kolaborasi ini akan tercipta produk kreatif pendukung pariwisata kawasan Destinasi Prioritas/Destinasi Super Prioritas yang terintegrasi dalam menciptakan pengalaman wisata yang khas, sehingga dapat meningkatkan jumlah wisatawan, baik kunjungan perdana maupun kunjungan berulang.

“Yang terpenting adalah terciptanya produk kreatif khas kawasan DP/DSP yang berdaya saing, serta menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat setempat,dan berkelanjutan.Dengan demikian infrastruktur yang sedang dibangun pemerintah dapat menjadi ruang presentasi bagi produk kreatif unggulan,” pungkasnya.

Harapannya kata Muhamad Neil, agar program ini dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya, serta semakin memperkuat identitas Manggarai Barat dan Flores pada umumnya.

“Harapannya program ini dapat memberikan dampak yang positif bagi pelaku kreatif pada sub sektor Musik, Seni Pertunjukan, Seni Rupa dan Penerbitan juga masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya,” katanya.

Baca Juga :   Gugus Tugas COVID-19 Manggarai Kirim 26 Sampel Swab ke Kupang

Progam AKSILARASI di Labuan Bajo ini, melibatkan 195 peserta yang berasal dari mayoritas warga Labuan Bajo, dan sekitarnya di kabupaten Manggarai Barat dan juga beberapa seniman/artisan yang berasal dari wilayah kabupaten lain di Flores yang terbagi dalam 4 sub sektor dengan pendamping tim kreatifnya masing-masing, yakni sub sektor musik didamping oleh Ivan Nestorman; sub sektor seni pertunjukan tari didampingi oleh Anti Yank, Jecko Siompo, Bambang Prihadi; sub sektor seni rupa didampingi oleh Heri Pemad, Elia Nurvista, Hendra Hehe; dan sub sektor penerbitan didampingi oleh Windy Ariestanty dan Dicky Senda.

Ivan Nestorman menyampaikan bahwa, produk kreatif musik yang di dampinginya berasal dari akar tradisi yang dikemas ulang.

“Kami punya tiga produk, Sompo, Flores Human Orchestra, dan Labuan Bajo World Band. Semua berasal dari tradisi apalagi Flores terkenal punya singing society seperti yang ditulis Jaap Kunst tahun 1940an, karya ini punya pesan. Karya Sompo itu artinya menandu, kita menandu pariwisata  premium di Labuan Bajo dengan gotong royong,” ujarnya.

Direktur Musik Seni Pertunjukan dan Penerbitan, Mohammad Amin dalam kegiatan Aksilarasi ini juga mengatakan bahwa, kegiatan ini sudah dimulai sejak bulan September 2020,dan pada tanggal 19 November akan di adakan uji publik.

“Pendampingan dilakukan dalam bentuk daring dan luring. Inkubasi dilakukan mulai tanggal 3 sampai 16 November untuk menghasilkan 16 produk unggulan yang akan terus disempurnakan pada masa lima tahun program pendampingan ini. Pada tanggal 19 November kita akan adakan uji publik secara daring agar karya-karya tersebut dapat dinikmati sekaligus kami mengundang penanggap karya untuk memberikan masukan konstruktif terhadap produk yang dihasilkan,” ujar Amin.

Lebih lanjut, kata Amin, pada tahun 2020 ini adalah tahun produksi yang merupakan keberlanjutan program AKSILARASI dari bulan September 2020.

“Tahun 2020 ini merupakan tahun produksi. Jika tahun ini belum sempurna maka masih ada tahun berikutnya,” kata Amin yang juga seorang etnomusikolog ini.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Otorita Labuan Bajo Flores (BOP LBF) Shana Fatina, mengatakan sangat mendukung Kegiatan Aksilarasi yang di gelar tersebut. Dia berharap Komunitas kreatif di Labuan Bajo juga dapat berperan aktif dalam mencapai pertumbuhan kota Labuan Bajo serta mendukung terwujudnya produk pariwisata berkualitas di Labuan Bajo.

“Komunitas kreatif di Labuan Bajo akan berperan penting untuk pertumbuhan kota dan mendukung terwujudnya produk pariwisata berkualitas di Labuan Bajo dan Flores yang memiliki alam dan budaya berkualitas premium. Kedepan pemerintah hadir untuk menjaga ekosistem ini tumbuh,” ujar Shana Fatina.

Lebih lanjut ia menegaskan, berjejaring dan berkolaborasi itu penting bagi sebuah komunitas kreatif khususnya di Labuan Bajo Flores yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai destinasi pariwisata super priotitas.

“Keberagaman dan kebudayaan itu adalah esensi dari wisata premium. Kita akan mengemas para pelaku industri kreatif ini hingga lima tahun kedepan, kita akan damping sehingga menghasilkan produk kreatif baru, yang nantinya akan menjadi ikon identitas dari Labuan Bajo Flores,” tutupnya.

Laporan : Volta

News Feed