oleh

Hery Nabit, Pemimpin Itu Harus Mengayomi dan Mampu Melayani Perubahan

Ruteng, SwaraNTT.Net – Balon Bupati Herybertus G. L Nabit, SE, MA mengatakan menjadi seorang pemimpin itu semestinya memiliki kerendahan hati, keahlian dan mampu melayani perubahan. Bukan seorang pemimpin yang merasa pintar sendiri dan tidak tau berterima kasih kepada sesama.

Penegasan ini disampaikan oleh politisi PDI Perjuangan ini saat menyampaikan orasi politiknya pada acara “Temu Keluarga Hery – Heri” di halaman Kampung Lawir Ruteng Minggu (09/02/2020).

“jadi pemimpin itu harus mampu melayani setiap perubahan yang terjadi, memiliki kerendahan hati, tau berterima kasih kepada sesama” kata Hery

Lebih lanjut Hery mengatakan Pilkada 2020 adalah pilkada menuju sebuah perubahan. Perubahan kondisi Manggarai ke arah yang lebih baik. Dari soal infrastruktur, ketersediaan lapangan pekerjaan dan perubahan cara berpikir. Karena itu lanjut Dia pemimpin itu harus mampu menjawab serta melayani setiap perubahan yang terjadi.

Kepemimpinan yang baik juga lanjut Hery tercermin dari cara melihat rekan kerja sebagai mitra, bukan sebagai bawahan, memberikan penghargaan akan sebuah prestasi serta mampu mengayomi semua.

“jangan jadi pemimpin yang mau pintar sendiri, karena yang kerja itu staf, giliran dapat penghargaan pemimpinya yang disanjung, pas ada masalah staf yang disalahkan” Kata Hery.

Hal lain yang disinggung oleh salah satu Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo ini pada konteks kepemimpinan adalah soal legitimasi. Legitimasi itu kata Dia sangat penting karena bersinggungan langsung dengan pengakuan rakyat akan kedudukan dari pemimpin yang bersangkutan.

Baca Juga :   Pemkab Mabar Siapkan Anggaran Rp.18 Miliar Untuk Penanganan Covid-19

Di dalam konteks legitimasi lanjut Hery hubungan antara pemimpin dan masyarakat yang dipimpinnya, lebih ditentukan oleh keputusan masyarakat untuk menerima atau menolak kebijakan yang diambil oleh pemimpin tersebut.

Penulis : Silve

Komentar

News Feed