oleh

Ikut Festival Desa Binaan Bank NTT, Hekang Dite Kajong Suguhkan Produk Unik

Manggarai, SwaraNTT.Net – Tim juri festival Desa Binaan Bank NTT, Johi Lie Rohi Lodo bersama Lavny Manesi didampingi kepala Bank NTT Cabang Ruteng, Jemmi Romi D. Radjalangu, melakukan monitoring kelompok usaha ‘Hekang Dite’ di Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai, pada Rabu, 23/11/2022.

Dalam kunjungan tersebut, para tim juri diterima langsung oleh Camat Reok Barat; Tarsisius Ridus Aso, Kepala Desa Kajong; Amatus Semau, Pendiri Kelompok usaha Hekang Dite; Romo Bernad Palus, serta turut hadir seluruh anggota kelompok usaha tersebut.

Diketahui, kedatangan para juri festival tersebut bertujuan untuk melakukan penilaian terhadap hasil produksi kelompok usaha ‘Hekang Dite’ di Desa Kajong.

Pendiri kelompok usaha ‘Hekang Dite’, Romo Bernad Palus, mengatakan berdirinya kelompok usaha tersebut berawal dari keprihatinan.

“Anak muda sekarang dituntut untuk berinovasi. Tidak cukup habis kuliah lalu kerja di kantor,” jelas Pastor Paroki St. Imaculata Wae Kajong, Bernad Palus.

Menurut Romo, Bernad Palus, dengan mengembangkan inovasi serta kreatif dari anak-anak muda dapat menciptakan peluang usaha sendiri.

Saat ini kata, Romo Bernad, telah terbukti bahwa melalui kelompok usaha ‘Hekang Dite’ banyak produk yang dihasilkan, diantaranya; Kecap Manis (Gula Aren), Susu Kedelai, Nachos serta produk jajan Kacang Sembunyi.

“Saat ini anak-anak sudah mulai merasakan keuntungannya, dalam sehari saja pendapatan bersih mereka mencapai Rp 200.000,” sebut Romo Bernad Palus.

Selain itu jelasnya, ‘Hekang Dite’ telah bekerjasama dengan Bank NTT, untuk layanan jasa perbankan sebagai Merchant Qris Bank NTT dan telah dipasang mesin EDC Bank NTT.

Ia pun berharap, melalui Festival Desa Binaan Bank NTT, produk hasil olahan kelompok usaha ‘Hekang Dite’ bisa dikenal banyak orang.

Jemmi Romi D. Radjalangu, mengatakan tujuan dari kegiatan Festival Desa Binaan tersebut agar meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat desa yang Multiply Effect serta menciptakan Desa Binaan yang mandiri dan berbasis digital

Tim juri Desa Binaan Bank NTT, Johi Lie Rohi Lodo, mengatakan Bank NTT sebagai pelopor penggerak ekonomi rakyat, harus diwujudkan melalui Festival Desa Binaan.

Melalui event tersebut, jelas Johi, akan terlihat semua potensi-potensi yang ada disetiap wilayah di NTT.

“Semua potensi yang ada disetiap daerah bisa dieksplor dengan baik sehingga bisa melahirkan pertumbuhan ekonomi wilayah setempat,” jelas juri Johi.

Baca Juga :   DLH Manggarai Gandeng Kejaksaan Pendampingan Pengadaan Lahan TPA

Selain itu, kata Johi untuk memacu kualitas dan kuantitas pekerjaan masyarakat desa dalam usaha kecil dan menengah menjadi faktor utama sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

Kepada sejumlah awak media, Camat Tarsisius Ridus Aso, mengaku bangga karena kelompok usaha ‘Hekang Dite’ desa Kajong, ikut dalam ajang Festival Desa Binaan Bank NTT pada tahun 2022.

Camat Ridus, pun berharap kedepannya hasil produk bisa dimanfaatkan untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan kelompok usaha ‘Hekang Dite’.

“Semoga Kelompok usaha ‘Hekang Dite’ dapat meraih juara dalam ajang festival Desa Binaan Bank NTT 2022 mendatang,” harap Camat Ridus Aso.

Terkait dengan izinan hasil produksi ‘Hekang Dite’ Camat Ridus, mengatakan agar hasil karya intelektual dari anak-anak muda desa Kajong, bisa dijual bebas di pasar, maka dirinya siap berkoordinasi dengan dinas terkait.

Sementara Pimpinan Bank NTT Cabang Ruteng, Jemmi Romi D. Radjalangu, mengatakan kunjungannya bersama tim juri merupakan penjurian final dari Festival Desa Binaan Bank NTT dan PAD.

Dijelaskan Rommy, Desa Binaan Bank NTT menjadi contoh pertumbuhan ekonomi dari desa serta untuk mendapatkan Pendapatan Asli Desa sehingga nantinya menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah.

Desa Kajong kata, Rommy memiliki potensi yang luar biasa karena salah satu wilayah penghasil Kedelai terbesar di Manggarai.

Anak muda Desa Kajong telah memanfaatkan potensi itu, dengan memproduksi kecap serta susu bubuk dari Kedelai.

Bank NTT sebagai Bank daerah, sebutnya mensupport mimpi anak-anak muda untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Desa.

Inovasi serta kreativitas anak muda Desa Kajong melalui kelompok usaha ‘Hekang Dite’ telah memproduksi Kecap Raping (Kecap dari Gula Aren) sebagai alternatif dari Kecap Kedelai.

“Kecap Gula Aren ini sesuatu yang sangat baru sebagai alternatif kecap Kedelai. Ini yang harus difasilitasi oleh BPOM untuk mengklasifikasikan sebagai kecap alternatif,” jelas Rommy.