oleh

IOM Manggarai Gelar Sosialisasi Bahaya Perdagangan Orang, Melalui Talk Show Radio

Manggarai, SwaraNTT.Net – Dalam rangka memperingati hari Anti Perdagangan Orang, International Organization for Migration (IOM) atau Organisasi Internasional untuk Migrasi, Kabupaten Manggarai menggelar kegiatan sosialisasi dalam bentuk talk show radio dengan Tema “Bahaya Perdagangan Orang” di Radio Ntala Gewang FM Kamis (30/07/2020) sore.

Pantauan media ini, hadir sebagai narasumber Koordinator JPIC Keuskupan Ruteng, RD. Marten Jenarut, Pr. Perwakilan Pemda Manggarai dari Dinas PemKut Robert Syukur, IOM Jakarta Among Pundhi Resi dan sebagai Moderator RD. Erik Ratu, Pr.

Koordinator JPIC Kesukupan Ruteng RD. Marten Jenarut,Pr mengatakan bahwa, tindakan perdagangan manusia (Human Traficking), merupakan distorsi sosial. Karena itu lanjutnya tindakan perdagangan orang tidak bisa ditolerir. Karena hal ini menyangkut harkat dan dan martabat manusia.

Pastor pengacara ini juga menegaskan bahwa, tindakan tegas terhadap pelaku perdagangan orang ini sudah diatur dalam UU Nomor 21 Tahun 2007 Tentang, Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). UU ini kata Romo Marten merupakan salah satu kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk menghambat dan memberantas kasus perdagangan orang.

“pelanggarnya harus ditindak tegas, dan itu sudah diatur dalam UU nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan TPPO’ kata Romo Marten.

Adapun data kasus perdagangan manusia (human traficking) yang disampaikan oleh Koordinator JPIC Keuskupan Ruteng R.D. Marten Djenarut, Pr diantaranya tahun 2010 6 kasus , tahun 2011 2 kasus , tahun 2012 2 kasus , tahun 2013 14 kasus, tahun 2014 7 kasus , tahun 2015 7 kasus, tahin 2016 7 kasus , tahun 2018 6 kasus, dan 2019 5 kasus.

Karena itu Dia berharap kerja sama semua pihak untuk memberantas pelaku perdagangan orang, sesuai amanat undang-undang. Romo Marthen juga sempat menyinggung kasus human Traficking yang terjadi di Manggarai beberapa waktu lalu yang melibatkan pengelola cafe Sky Garden yang hingga saat ini belum jelas penyelesaiannya.

Baca Juga :   Kronologi Lengkap Peristiwa Naas Yang Menimpa Pegawai Koperasi Di Tengku Romot

Sementara itu IOM Jakarta Among Pundhi Resi mengatakan, modus yang sering digunakan oleh para pelaku adalah merekrut korban sebagai tenaga kerja. Kelompok yang paling rentan dalam kasus perdagangan orang kata Dia adalah anak perempuan. Sebab berdasarkan hasil survei yang dilakukan IOM 70% pekerjaan yang ditawarkan adalah pekerjaan yang digeluti oleh perempuan.

Yang walaupun lanjutnya tidak tertutup kemungkinan masih ada yang bisa dilakukan oleh laki-laki.

“yang paling rawan itu adalah anak perempuan,karena rata-rata pekerjaan yang ditawarkan adalah pekerjaan perempuan,misalnya PRT,baby sister” kata Among.

“modus yang digunakan adalah dalam bentuk rekrutmen tenaga kerja. Dengan ditawarkan kerja yang bagus, gaji yang tinggi, serta mendapat fasilitas yang bagus” katanya

Among juga menambahkan modus terbaru dalam kasus perdagangan orang saat ini adalah pernikahan antar negara. Sehingga kata Dia,kepada siapapun harap tetap waspada dengan segala bentuk tawaran, yang dilakukan oleh siapapun.

Sementara perwakilan dari Gugus Tugas PP TPPO Dinas PemKut Kabupaten Manggarai Robert Syukur mengatakan melalui Gugus Tuga Pemda selalu melakukan monitoring terhadap penyaluran tenaga kerja ke luar daerah, baik itu didalam negeri, maupun yang keluar negeri.

Dia juga mengaku Pemda tidak memiliki data yang cukup terkait kasus perdagangan orang yang terjadi selama ini. Tetapi lanjut Dia melalui Gugus tugas, kedepan akan terus melakukan upaya pencegahan dengan membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

Penulis : Silve

News Feed