oleh

Kantor Bahasa Provinsi NTT Bersama Dinas PPO Manggarai Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu

Manggarai, SwaraNTT.Net – Dengan tujuan merevitalisasi Bahasa Manggarai, Kantor Bahasa Provinsi NTT melalui Dinas PPO Kabupaten Manggarai, menggelar kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu, yang berlangsung aula Dinas PPO Selasa (21- 22/11/2022).

Ardi Pangkul,Koordinator FTBI mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memembangkitkan kembali, minat penggunaan bahasa daerah Manggarai. Karena kata Dia selama ini bahasa Manggarai sudah jarang digunakan oleh kaum milenial.

“Bahasa Manggarai itu identitas kita, jangan sampai ditinggalkan, bukan berarti melarang menggunakan bahasa Indonesia, mari kita sama – sama lestarikan” katanya.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Elis Setiati mengungkapkan, bahwa berdasarkan data kementrian pendidikan salah satu bahasa Daerah yang terancam punah adalah bahasa daerah Manggarai. Karena itu perlu dilakukan revitalisasi.

“tujuannya agar bahasa ibu, bahasa Manggarai itu, tetap hidup dan selalu ada dengan cara yang sangat dekat dengan anak muda, dengan anak-anak” katanya.

Tahap pertama yang dilakukan jelas Dia adalah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, koordinasi dengan Maestro, koordinasi dengan kepala sekolah, kepala Dinas PPO, kepala Dinas Pariwisata dan serta OPD lainnya.

Dia juga menjelaskan dalam Festival tersebut ada empat keterampilan berbahasa yang ditampilkan di antaranya mendengar, membaca, menulis dan berbicara.

“nah implikasinya adalah membaca puisi, membaca cerpen, selanjutnya berdongeng, lalu standup comedi, lalu yang terakhir melakukan sastra lisannya sesuai dengan budaya kita masing – masing ungkapnya.

“Dia hadir itu untuk memberikan penekanan kepada pemerintah daerah, agar Refined, Bleached, Deodorized (RBD) episode 17 Merdeka Belajar ini benar-benar diberikan untuk daerah yang bahasanya direvitalisasi,” ujarnya.

Ada 5 bahsa daerah di NTT kata Elis yang direvitalisasi yaitu Bahasa Dawan, Bahasa Abui, Bahasa Rote Ndao, Bahasa Kambera dan Bahasa Manggarai.

Lebih lanjut Elis Festval Tunas Bahasa Ibu semestinya dilakukan oleh Pemda Kabupaten yang bekerja sama dengan Dinas PPO, Dinas Perpustakaan, Dinas Peri wisata dan Dinas yang lain, tetapi karena baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Manggarai, sehingga kata Dia belum bisa dilepas.

“Karena ini baru pertama kali dilakukan, maka kami tida bisa lepas festival ini,” jelasnya.

Diharapkan dari kegiatan festival ini lanjut Elis ada peserta terbaik yang terpilih, sehingga bisa diikutsertakan dalam Festival Tinas Bahasa Ibu tingkat Provinsi yang nanti akan digelar secara daring, mulai tanggal 25 – 30 November 2022 mendatang.

“Semua hasil kegiatan dalam festival itu nanti kita kasih masuk di YouTube dan di TVRI, dan nanti ada juri yang menilainya,” ujar Elis.

Untuk itu Dia berharap dengan Festivak ini bisa memberikan angin segar bagi anak muda dan anak-anak agar mereka paham bahwa ternyata Bahasa Daerah itu bagus kalau dilombakan. Sekolah juga kata Dia agar menerapkan bahasa daerah yang baik dan benar sehingga, bahasa daerah Manggarai tidak akan punah seiring dengan terus bergantinya generasi.

“Harapan saya anak-anak yang ikut revitalisasi hari ini mampu berbahasa Daerah secara indah, kita juga minta kepada semua sekolah kalau bisa wajib menerapkan Bahasa Daerah yang baik dan baku. Semoga Bahasa Manggarai ini selama 10 tahun kedepan masih hidup dan tetap lestarikan,” ujar Elis.

Ada tiga hal penting kata Elis yang harus dipegang oleh kita semua saat berkomunikasi yaitu, Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing.

Baca Juga :   Tidak Memiliki Dokumen,50 Kg Daging Anjing Dimusnahkan

Hal itu harus seimbang sebagai warga Negara Indonesia. Jadi, wajib berbahasa Indonesia. Tetapi sebagai daerah yang banyak suku wajib mengetahui Bahasa Suku ataupun Bahasa Daerah masing-masing.

“Karena ini adalah kekayaan bangsa. Kekayaan Indonesia adalah indentitasnya adalah bahasa suku selain budaya,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Fransiskus Gero memberikan apresiasi kepada kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, yang sudah melaksanakan kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu Revitalisasi Bahasa Manggarai.

Dalam keterangan persnya Kadis Frans, menjelaskan, bahwa Bupati dan Wakil Bupati Manggarai mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan Revitalisasi, Bahasa Daerah yang dilaksanakan selama dua hari.

Lebih lanjut Dia menjelaskan pada kurun waktu kurang lebih 20 tahun terakhir, ada 30 lebih bahasa di dunia yang terancam punah. Dan, untuk NTT salah satu bahasa yang terancam punah adalah Bahasa Daerah Manggarai. Maka perlu adanya revitalisasi.

“Jadi episode Merdeka Belajar ke 17 dari Menteri Pendidikan, fokusnya Revitalisasi Bahasa Daerah, untuk memelihara kembali dan menghidupkan kembali Bahasa Daerah termasuk di Kabupaten Manggarai,” kata Kadis Frans.

“Kami di Dinas PPO, sudah melakukan komunikasi dengan salah satu perguruan tinggi lokal untuk memikirkan ke depannya, untuk menerapkan mulok Budaya Daerah, diskusi ini kita sudah berjalan kurang lebih 2 tahun,” katanya.

Sehingga Dia berharap pada tahun 2023 bisa terrealisasi dan nanti Mulok Bahasa Budaya Daerah ini sudah mulai diterapkan dan isinya adalah bahasa budaya, adat-istiadat, penuturan dan sebagainya.

“Mengapa ini perlu karena khusus untuk generasi muda 30 tahun ke bawah tidak semuanya menguasai Bahasa Daerah bersama ritus-ritus adat dan budayanya. Supaya budaya-budaya daerah Manggarai, bisa dilestarikan dengan baik,” tutupnya.