oleh

Kantor Bupati Kabupaten Manggarai Barat di Geledah Tim Penyidik Kejati NTT

Manggarai Barat, SwaraNTT. Net- Tim Penyidik Kejati Nusa Tenggara Timur, melakukan penggeledahan beberapa ruangan kantor Bupati Manggarai Barat,Senin (11/10/2020).

Pantauan SwaraNTT.Net di lokasi, terlihat sebanyak 4 orang petugas Tim penyidik kejati NTT sedang berada di dalam ruangan kantor Bagian Pemerintahan. Selain itu, penggeledahan juga dilakukan di ruangan Asisten I dan III.

Dalam proses penggeledahan itu, terlihat di setiap ruangan yang di geledah,Tim Penyidik Kejati NTT sedang melakukan pemeriksaan terhadap domuken-dokumen.

Baca Juga: Sudah Ditenderkan, Proyek Peningkatan Jalan Kajong-Nggalak-Singkul Belum Juga Dikerjakan

Penggeledahan tersebut dilakukan berkaitan dengan kasus dugaan penyimpangan kewenangan dan prosedural, terhadap jual beli aset tanah milik Pemkab Mabar seluas 30 hektare yang berlokasi di Kerangga Toro Lema Batu Kalo,Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo,Kabupaten Manggarai Barat,yang merugikan uang negara sebanyak kurang lebih Rp. 3 Triliun.

Informasi yang di himpun media SwaraNTT.Net, bahwa Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, telah memeriksa Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dulla, di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat pada Selasa, 29 September 2020 lalu.

Selain Bupati Dula, sejumlah saksi yang ikut diperiksa dalam kasus tersebut juga yakni,Kabag Tapem, Ambrosius Syukur, mantan Sekda Manggarai Frans Paju Leok, Fungsionaris Adat Nggorang H. Ramang Ishaka, Mantan Sekda Rofinus Mbon, Laurensius Y. Ambo, Karolus Gopa,Kepala BPN Mabar Abel A. Mau dan Donatus Endo mantan pensiunan PNS Kabupaten Manggarai.

Baca Juga :   Tarif Koperasi TKBM Tinggi, Buruh dan Konsumen Jadi Korban

Selain Kantor Bupati Mabar, Tim Penyidik  Kejati NTT juga mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Manggarai Barat untuk di dilakukan penggeledahan.

Hingga berita ini diturunkan, penggeledahan di beberapa ruangan di kantor Bupati dan kantor Pertanahan Kabupaten Mabar masih berlangsung.

Laporan: Volta

News Feed