oleh

Kecuali Bupati Dulla, 10 Tersangka Kasus Tanah Karanga Sudah Diberangkatkan ke Kupang

Manggarai Barat, SwaraNTT.Net – Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menetapkan sejumlah tersangka, dalam kasus penggelapan aset negara berupa 30 Ha tanah yang terletak di Karanga, Kelurahan Labuan Bajo,Kecamatan Komodo,Kabupaten Manggarai Barat,NTT yang telah merugikan keuangan negara senilai 3 Triliun rupiah.

Salah satu nama yang masuk dalam daftar tersangka kasus itu adalah Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch.Dulla. Selain Bupati Dulla, Kejati NTT juga telah menetapkan nama-nama lain sebagai tersangka.

Muhamad Ilham Samuda SH. MH, asisten bidang pidsus Kejati NTT, kepada wartawan di Labuan Bajo,pada Kamis (14/01/2021) mengatakan bahwa, pihaknya telah menetapkan 17 orang tersangka.

”Hari ini kita telah menetapkan tersangka sebanyak 17 orang, dan direncanakan langsung di bawah ke Kupang. Termasuk Bupati juga sudah kami tetapkan sebagai tersangka,”ujarnya.

Tersangka lain yang ikut terjerat dalam kasus yang merugikan keuangan negara itu, yakni seorang mantan Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Andy Rizky Nur Cahaya, dari Partai PPP, yang dalam pilkada Mabar tahun 2020 yang lalu, ikut dalam pencalonan sebagai Wakil Bupati, berpasangan dengan calon Bupati Ferdi Pantas.

Selain itu, Kasipem Kabupaten Manggarai Barat Ambrosius Syukur juga ikut diseret bersama pejabat tinggi daerah lainya yakni, Kabag Kesra Mabar Abdullah Nur.

Ada juga warga Labuan Bajo yakni Sukri, Ente Puasa, Dai Kayus, Mahmud Nip, Theresia Koroh Dimu, Afrizal alias Unyil, dan seorang warga Italia, Masimiliano.

Baca Juga :   Pelayanan Tatap Muka di Kantor KPP Ruteng Ditutup Sementara

Pantauan SwaraNTT.Net di lokasi, setelah melakukan pemeriksaan, tim penyidik langsung bergegas menuju Bandara Komodo Labuan Bajo, bersama 9 orang Tersangka, yakni Andi Rizki Nur Cahya, Kasipem Mabar Ambrosius Syukur, Kabag Kesra Mabar Abdullah Nur, Sukri, Ente Puasa, Dai Kayus, Mahmud Nip, Theresia Koroh Dimu, dan Masimiliano, untuk di berangkatkan ke Kupang menggunakan pesawat Wings air.

Terlihat kesembilan tersangka itu, masing-masing telah mengenakan seragam rompi berwarna pink, serta kedua tangannya di borgol menggunakan bahan seperti tali berwarna putih.

Sementara Bupati Mabar Agustinus Ch Dulla, belum diberangkatkan ke Kupang karena harus menunggu surat dari Mendagri. Selain itu salah satu tersangka lain yang tidak langsung di berangkatkan Ke Kupang yakni pemilik Hotel CF Komodo, Veronika Syukur.

Selain itu,di ketahui terdapat pula satu tersangka lain yaitu atas nama Afrizal alias Unyil sedang dalam proses pencarian Tim Penyidik Kejati NTT.

Laporan :Volta