oleh

Keluarga Mendiang TLJ Gugat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai ke PN Ruteng

Manggarai,SwaraNTT.Net – Merasa tidak puas dengan keputusan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, terhadap Mendiang TLJ yang menetapkannya sebagai PDP Covid-19, keluarga akhirnya menempuh langkah hukum. Melalui pengacara Marsel Nagus Ahang suami mendiang TLJ Laurens Rendang mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Ruteng.

Sidang gugatan perdata atas tuntutan ganti rugi immaterial dari almarhuma TLJ ini dibuka secara umum.

Demikian disampaikan pengacara penggugat, Marsel Nagus Ahang,SH kepada SwaraNTT.Net melalui pesan WhatsApp Kamis (09/07/2020) siang.

Lebih lanjut Ahang menejelaskan penggugatnya adalah ,Laurens Rendang ,suami almarhumah Ibu Theresia Leonarda Juita (TLJ),dengan tergugat satu, Ketua Gugus Tugas percepatan penanganan Covid -19 Kabupaten Manggarai/Bupati Manggarai NTT,tergugat dua, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, tergugat tiga ,Direktur Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng, tergugat empat, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi NTT, dan tergugat lima Direktur Rumah Sakit W.Z Yohanes Kupang NTT.

Ahang mengaku keluarga mengambil langkah hukum, karena merasa kecewa dengan sikap Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai yang terkesan mendiang TLJ dijadikan sebagai kelinci percobaan.

“adapun kekecewaan dari keluarga korban bahwa almarhumah Theresia dijadikan kelinci percobaan sebagai pasien yg dituduh Covid -19 di kabupaten Manggarai NTT” ungkapnya.

Dia menambahkan, adapun dasar gugatan bahwa, Almarhumah Theresia Leonarda sebenarnya bukan pasien Covid -19, tapi pasien tersebut meninggal karena penyakit bawaanya yaitu sakit sesak napas.

” saya selaku Penasihat hukum dari keluarga korban memohon agar PN ruteng harus serius dalam mempertimbangkan keputusan perkara tersebut” kata Ahang.

“almarhumah dikuburkan dengan cara protokol Covid-19 tanpa melibatkan keluarga untuk prosesi secara adat Manggarai” ujarnya.

Kedua putra mendiang TLJ, Andi Rendang dan Bertin Rendang melalui pengacaranya Marsel Nagus Ahang mengatakan, turut prihatin dan sangat kecewa atas kebijakan dari Ketua Gugus Penanan Covid-19 Kabupaten Manggarai yaitu Bupati Manggarai Deno Kamelus atas keputusan tersebut. Sebab menurut mereka hal itu dilakukan secara sepihak dan hanya berdasarkan asumsi. Karena mereka yakin mendiang Ibu mereka TLJ meninggal bukan karena Covid-19.

Baca Juga :   Walhi NTT Lakukan Sosialisasi Perda Tentang RZWP3K

Karena itu mereka berharap agar Pengadilan Negeri Ruteng harus bijak dalam memutuskan perkara ini demi tegaknya kebenaran dan keadilan.

Saat ditanya hari ini Kamis (09/07/2020) sidang keberapa dan agendanya apa, ketua LSM LPPDM yang juga Advokat ini menjelaskan sidang ditunda karena Tergugat satu dan Tergugat dua tidak hadir.

“hari ini sidang pertama, sidang tunda tergugat satu dan tergugat dua ,Deno Kamelus dan dr. Weng tidak hadir, tadi hakim ketua menjelaskan jika tiga kali tergugat tidak hadir dianggap putusan final” tutup Ahang.

Penulis : Silve

News Feed