oleh

Keturunan Dalu Lo’ok Surati Kantor BPN Mabar untuk Tidak Lakukan Sertifikat Tanah Mengge

-DAERAH-576 views

Labuan Bajo, SwaraNTT.Net – Keturunan Dalu Lo’ok, desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat menyurati Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) untuk tidak melakukan proses sertifikat hak milik atas tanah yang berlokasi di Mengge, dusun Lo’ok, desa Golo Mori.

Surat keturunan Dalu Lo’ok tersebut tertanggal 23 Februari 2022 dan ditandatangani oleh Iskandar, Ibrahim Sabir dan Mohamad Safarudin.

Adapun alasan keturunan Dalu Lo’ok yang disebut juga keduluan Gurung Karot minta BPN tidak melakukan sertifikat atas tanah tersebut karena tanah tersebut merupakan hak ulayat fungsionaris adat Kedaluan Lo’ok.

Adapun Dalu Lo’ok dahulu adalah alm. Kraeng Senati yang bergelar Kraeng Mbaru Seng.

Alm. Kraeng Senati memiliki keturunan yaitu cucu atas nama Mohamad Nor, Iskandar, Ibrahim Sabir dan Mohamad Safarudin yang semuanya masih hidup dan tinggal di Lo’ok.

Dalam surat tersebut, mereka minta agar BPN Kabupaten Manggarai Barat tidak melakukan sertifikat hak milik di lokasi tanah Mengge oleh pihak manapun.

“Selaku ahli waris dari alm. Kraeng Senati alias Kraeng Mbaru Seng sebagai Dalu Lo’ok, kami menolak proses penerbitan sertifikat Hak Atas Tanah yang diajukan oleh pihak manapun di atas tanah yang berlokasi di Mengge,” tulis mereka.

Untuk diketahui, keberadaan mereka sebagai keturunan Dalu Lo’ok diperkuat oleh keterangan Dalu sekitarnya maupun oleh salah seorang tokoh sepuh masyarakat setempat yaitu Sawa (81).

Baca Juga :   ABLC 19 Kembali Bagikan 547 Paket Sembako Kepada Masyarakat di Bali

Semua keterangan mereka dalam bentuk tulisan, dibubuhi tandatangan dan cap jempol di atas meterai serta disaksikan sejumlah pihak terkait.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, tanah Mengge yang luasnya kurang lebih 22 hektar diklaim oleh sejumlah pihak sebagai ulayat kelompok tertentu.

Proses hukum tanah Mengge sudah dilakukan di Pengadilan Negeri Labuan Bajo, bahkan sudah dilakukan sebanyak dua kali, namun keputusannya dinyatakan NO.

Putusan NO (Niet Ontvankelijke Verklaard) merupakan putusan yang menyatakan bahwa gugatan tidak dapat diterima karena mengandung cacat formil.

Keturunan Dalu Lo’ok menyatakan, putusan NO tidak akan terjadi jika yang melakukan gugatan untuk menghadapi klaim sejumlah pihak yang tidak memiliki dasar hukum atas tanah tersebut dilakukan oleh keturunan Dalu Lo’ok.

“Kami tegaskan bahwa tanah Mengge adalah ulayat Lo’ok dan kami adalah ahli waris ulayat Kedaluan Lo’ok,” ungkap Iskandar, salah satu ahli waris Kedaluan Lo’ok.

News Feed