oleh

Kondisi SDI Bitu Dibawah Kepemimpinan Bupati Agas dan Gubernur Laiskodat

-DAERAH-1.561 views

Borong, Swarantt.net – Kondisi Sekolah Dasar yang tidak layak masih ditemukan di sejumlah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), salah satunya SDI Bitu, Desa Golo Wontong, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.

Melalui sambungan Video, Swarantt.net berkomunikasi langsung dengan Guru SDI Bitu, nampak terlihat kondisi Ruangan sangat memperhatinkan, Lantainya sudah hancur, perabotan sekolah seperti kursi bangku juga banyak yang rusak.

Tak hanya itu, kondisi salah satu ruangan kelas di sekolah ini sangat menyedihkan lantaran dinding bangunannya dibuat dari bambu yang di sebut pelupu bahkan sebagian ruangan tidak memilik dinding. Tiang penyangga bangunan ini pun sudah keropos, banyak seng atap berterbangan tersapu angin hingga atapnya berlubang.

Sekolah dibentuk pada (15/07/2002) dengan nama SDI Bitu dan dibangun pada tahun 2003 dengang menggunakan dana alokasih khusus (DAK) dari pemerintah kabupaten manggarai masah jabatan Bupati Cristian Rotok dan Deno Kamelus. Selanjutnya pada tahun 2008-2009 sekolah ini dapat alokasi dana bencana alam dari pemerintah pusat melalui pemerintah manggarai dan membangun dua ruangan permanen. Kemudian pada tahun 2012 pemerintah kabupaten manggarai timur baru membangun satu ruangan purpustakaan.

Menurut Ibu Maria goreti, kondisi ini sangat tidak nyaman terutama dalam proses belajar mengajar. “Jika hujan mengguyur terpaksa para siswa kami evakuasi ke ruangan lain, lantaran seng kelas bocor apalagi disini sering hujan angin” Kata ibu maria.

Baca Juga :   Kronologi Lengkap Peristiwa Naas Yang Menimpa Pegawai Koperasi Di Tengku Romot

“Walaupun kondisi seperti ini para siswa yang berjumlah 103 orang di sekolah ini tidak pata semangat untuk belajar” Katanya lagi.

Orang tua murid, Lasarus Kham juga ikut mengomentari. Dia mengatakan bahwa kondisi sekolah ini sangat menyedihkan. “Ini sudah terlalu para rusaknya, saya sebagai orang tua murid takut ketika anak kami mengikuti KBM dibawah ruangan reot ini karena bisa saja ruangan itu akan ambruk” Ujarnya.

Sementara itu Kepala sekolah SDI Bitu Sprianus Endi menerangkan, soal kondisi sekolah ini pihaknya sudah sampaikan ke pemerintah manggarai timur tetapi sampai sekarang belum ada jawaban dari pemerintah terkait itu.

Sprianus berharap kepada pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui pemerintah Kabupaten Manggarai Timur agar segerah membuat anggaran khusus dari APBD II untuk perbaikan gedung SDI Bitu supaya para siswa dan guru bisa melakukan aktifitas belajar dengan baik dan nyaman.

Laporan: Robertus Jarot

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed