oleh

Kurikulum Merdeka Diterapkan, SMPN 3 Wae Rii Gelar Panen Karya

Manggarai, SwaraNTT. Net – Siswa – Siswi SMPN 3 Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT mengaplikasikan kurikulum merdeka belajar, dengan menggelar karya seni yang diselenggarakan di sekolah tersebut Jumat (02/12) 2022). Dalam kegiatan tersebut, mereka membawa berbagai kegiatan hasil kreasi dan inovasi para siswa dan siswi.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Sekertatis Dinas PPO Kabupaten Manggarai Wensislaus Sedan, Ketua Komite, Perwakilan Orang Tua Murid, Kepala Desa, Para Guru, Siswa – siswi serta undangan lainnya.

Pameran hasil karya para siswa dan siswi ini digelar di salah satu ruangan SMPN 3 Wae Rii dan setiap kelas menunjukkan hasil projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Ada beragam bentuk karya yang ditampilkan. Mulai tari – tarian, pengolahan makanan lokal, pemberdayaan lahan sekolah dengan ditanami tanaman produktif serta karya seni lainnya yang dipajang di ruang pameran sekolah.

Kepala Sekolah SMPN 1 Wae Rii Tobias Riil dalam sambutannya menyampaikan kurikulum merdeka telah resmi dilaksanakan di sekolahnya untuk kelas VII mulai ajaran 2022/2023. Dimana lanjutnya cirinya memang ditargetkan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Salah satu Karya Anak – Anak SMPN 3 Wae Rii, Tas yang bahan dasarnya dari Pandan

“kurikulum merdeka resmi laksanakan di SMPN 3 Wae Rii pada tahun 2022/2023 yaitu kelas VII, kurikulum ini memberikan ruang kepada para siswa dan siswi bisa belajar tentang pembentukan karakter dimensi pelajar Pancasila. Seperti penalaran kritis, kreatif berakhlak mulia, gotong royong, mandiri dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa”, katan Kepsek Tobi.

Ada tiga proyek kata Dia yang dilaksanakan oleh SMPN 3 Wae Rii diantaranya Pertama, kearifan lokal yaitu penguatan nilai – nilai lokal, Kedua, proyek kewirausahaan mengelolah pangan lokal atau pangan khas Manggarai, dan Ketiga, proyek Bangun Raganya dan Bangun Jiwanya melalui kegiatan olah raga.

Baca Juga :   Universitas Terbuka Kupang Gelar Pelatihan Tutor

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Manggarai Fransiskus Gero mengatakan, bahwa Pendidikan di Indonesia telah menempuh proses yang sangat panjang. Butuh komitmen bersama dan kerja kolaborasi dalam pelaksanaannnya.

Seperti kurikulum merdeka kata Dia yaitu memberi kemerdekaan kepada anaka-anak. Dasar ini lanjutnya dapat disederhanakan dengan Bahagia dan Merdeka.

Lebih lanjut Kadis Frans menjelaskan bahwa kuncinya ada pada para guru, yaitu mampu dengan hatinya menggali potensi anak dan mendampingi anak, maka dengan sendirinya akan muncul potensi-potensi itu. Komitmen yang tinggi sesuai dengan filosofi Pendidikan Merdeka, guru adalah pendamping dan Siswa adalah subjek dari proses pendidikan itu sendiri.

Makanan Khas Orang Manggarai Nasi Bambu yang proses masaknya menggunakan bambu (kolo) & Tibu (daging yang proses masaknya dibakar di dalam bambu)

“ini tergantung gurunya, yaitu komitmen untuk menggali potensi anak – anak, pasti dengan sendirinya potensi itu muncul, seperti hari ini, saya melihat karya seni yang ditampilkan sangat luar biasa, karena itu teruslah berinovasi, teruslah berkarya dan berkolaborasi dengan pihak lain”, kata Kadis Frans.

Dengan kegiatan seperti ini kata Kadis Frans akan tumbuh jiwa kewirausaan dan keberanian dari anak-anak tersebut. Selain itu kata Dia anak – anak juga mampu mengaktualisasikan, memamerkan bakatnya dengan menghasilkan berbagai inovasi baru.

“dengan ini anak – anak mampu mengaktualisasikan serta bisa memamerkan bakat mereka dengan menghasilkan inovasi baru”, tutupnya.