oleh

Lakukan Monitoring dan Supervisi STBM GESI 35 Desa, Ketua TP PPK, Kader Jangan Jadi Penonton

Manggarai, SwaraNTT. Net – TP PKK Kabupaten Manggarai melakukan monitoring dan supervisi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) GESI tingkat Desa pada 35 Desa di Kabupaten Manggarai. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama TP PKK Kabupaten Manggarai dengan PLAN Internasional berlangsung sejak 09 /04 2022 – 28/05/2022.

Monitoring dan supervisi tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan bimbingan teknis terhadap seluruh Kepala Desa pada januari lalu di Ruteng.

Saat membuka Monitoring dan supervisi di Wae Mulu, Kecamatan Wae Ri’i, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Nabit menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat keberadaan PKK Desa dalam pembangunan pada masa yang akan datang.

Meldy menambahkan tantangan yang dihadapi terkait pembangunan kesehatan khususnya bidang hygiene dan sanitasi masih sangat besar, untuk itu perlu dilakukan intervensi terpadu melalui pendekatan sanitasi total.

Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan Lima Pilar lanjutnya akan mempermudah upaya meningkatkan akses sanitasi masyarakat yang lebih baik serta mengubah dan mempertahankan keberlanjutan budaya hidup bersih dan sehat.

“Kader-kader harus terlibat dalam menyukseskan visi misi PKK Kabupaten, jangan jadi penonton”, ujarnya

Meldyanti juga mengajak pemerintah Desa agar tidak mengabaikan keberadaan PKK Desa sebagai pelengkap dalam pemerintah desa.

“Kalau dioptimalkan, saya yakin PKK akan memberikan dampak positif untuk pembangunan desa”, lanjutnya

Selain membagi teori, PKK Kabupaten Manggarai juga langsung melakukan pemicuan Lapangan seperti mengecek STBM pada setiap rumah, mengunjungi ODGJ dan kaum Difabel.

Baca Juga :   Hari Ini, Ditemukan 29 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Manggarai

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Camat, Kepala Desa, Perangkat Desa, PKK Desa, Tokoh masyarakat, Tenaga Kesehatan dan sejumlah tokoh adat.

Untuk diketahui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higienis dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. STBM menekankan kepada 5 (lima) pilar perubahan perilaku higienis, yaitu:
1. Stop buang air besar sembarangan (Stop BABS),
2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS),
3. Pengelolaan Air Minum di Rumah Tangga (PAM RT),
4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga,
5. Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.

News Feed