oleh

Mantan Kades dan Pjs Kades Goloworok Diduga Korupsi Dana Desa

-DAERAH-2.406 views

Manggarai, SwaraNTT.Net Masyarakat Desa Goloworok, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Manggarai serta Mapolres Manggarai untuk melaporkan mantan Kepala Desa (Kades) dan Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Goloworok atas dugaan tindak pidana korupsi dana desa.

FDS alias Ansi yang merupakan mantan Kades Goloworok dilaporkan karena melakukan penyelewengan desa sejumlah Rp. 1 Milliar lebih selama periode kepemimpinannya dari tahun 2014 hingga 2019. Sedangkan Pjs. Kades Goloworok inisial SD dilaporkan prihal dugaan yang sama, terkait penggunaan dana desa Tahun Anggaran 2020.

Saat diwawancarai awak media, salah satu perwakilan dari masyarakat Desa Goloworok, Philipus Jeharut menjelaskan bahwa mantan Kades dan Pjs. Kades Goloworok diduga telah melakukan korupsi dana desa selama masa jabatan.

“Kami hari ini, melaporkan mantan Kades dan Pjs. Kades Goloworok atas dugaan tindak pidana korupsi dana desa ke Kejaksaan Negeri Manggarai dan Mapolres Manggarai,” jelasnya. “Perkiraan kami, dana desa yang diselewengkan lebih dari Rp 1 miliar sejak 2014 hingga 2019. Itu hitung-hitungan kasar kami!. Berapa yang sebenarnya?, biarkan penegak hukum yang menyelediki,” lanjut “Tua Golo” (Kepala Kampung) Wela, Philipus Jeharut saat memberikan keterangan kepada awak media di kantor Kejaksaan Negeri Manggarai, Kamis (9/7/2020).

Masyarakat Desa Goloworok Saat Berada di Halaman Mapolres Manggarai (Foto : VN/SwaraNTT.net)

Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat Desa Goloworok tidak hanya melaporkan ke Kejaksaan Negeri Manggarai tetapi juga ke Mapolres Manggarai.

“Dari Kejaksaan, kami akan langsung ke Polres Manggarai, ke unit Tipikor,” tuturnya. “Kami telah siapkan bukti-bukti dan foto-foto proyek yang dikerjakan mantan Kades selama menjabat,” tambahnya lagi.

Baca Juga : Melanggar Kode Etik, Ketua KPU Sumba Barat Resmi Dipecat

Philipus mengungkapkan bahwa proyek yang dilaporkan, berdasarkan temuan laporan keuangan akhir tahun tetapi tidak sesuai dengan fisik di lapangan. Bahkan, ada proyek yang tidak ada pembangunan fisiknya.

“Berbagai kegiatan administrasi perkantoran juga fisiknya tidak nampak, sementara pada laporan penggunaan, ada item-item barang yang dibeli,” ungkapnya.

“Kami mencurigai ada manipulasi laporan keuangan tiap akhir tahun yang dilakukan saudara FDS alias Ansi. Kami mohon penegak hukum untuk memeriksa secara lengkap. Negara ini bisa hancur kalau dana desa hanya memperkaya pejabat-nya,” ujar Philipus.

Menurut Philipus, setiap mengerjakan proyek dana desa, Ansi tidak pernah membuat papan pengumuman mengenai berapa nilai proyek, berapa volume proyek serta siapa yang mengerjakan. Masyarakat juga tidak pernah tahu mengenai Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek karena ditutupi oleh-nya.

Ansi juga jarang melaksanakan Musyawarah Pembangunan Desa (Musrenbang Desa) dan tidak melibatkan Badan Pembangunan Desa (BPD) untuk merencanakan pembangunan desa. Semua dilakukan sendiri oleh-nya melalui konsultan proyek yang telah ditunjuk-nya.

“Dari pengakuan sejumlah anak buah-nya, mereka hanya disodorkan kertas untuk tandatangan persetujuan setelah proyek disusun oleh Ansi. Ini kan praktik tidak benar!,” tutur Philipus.

Ia juga menyebut bahwa proyek mangkrak dan janggal yang dilakukan Ansi yaitu pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di halaman “Mbaru Gendang” (Rumah Adat) Kampung Wela.

Baca Juga :   Pelamar Kecewa Dengan Pelayanan BPS Manggarai

Pembangunan itu masih dikelola dan dibawah pengawasan Ansi di tahun 2020. Padahal Ansi sudah selesai masa jabatannya pada bulan Oktober 2019. Saat ditanya, Ansi mengaku proyek itu masuk dalam Tahun Anggaran 2019. Anehnya, pengerjaan proyek baru dilakukan mulai tanggal 6 Januari 2020. Padahal Tahun Anggaran 2019 sudah selesai.

“Yang menyedihkan, proyek mangkrak (terhenti) hingga saat ini. Padahal anggarannya ada dan sudah lewat. Ini kan sudah terang-benderang manipulasi dan korupsi!,” tegas Philipus.

Baca Juga : SMK Elanus Ruteng Buka PPDB Secara Online

Diwaktu yang bersamaan dengan dilapornya mantan Kades, masyarakat Desa Goloworok yang diwakili Yohanes Jelahut juga menjelaskan alasan dibalik pelaporan Pjs. Kades Goloworok inisial SD.

Yohanes menduga, SD ikut melindungi Ansi dalam proyek TPT di Kampung Wela. Hal itu terbukti dia (SD) menyetujui dana desa Tahun Anggaran 2020 dipakai untuk meneruskan pembangunan proyek yang ditinggalkan Ansi.

SD juga terlibat dalam mengangkut tanah untuk mengisi atau menutup tembok.

“Ada 10 truk yang sudah diangkut sebelum terhenti, itu berdasarkan pengakuan tukang yang mengerjakan tembok. Memang ada indikasi kerjasama antara SD dan Ansi. Maka, kami laporkan juga saudara SD,” jelas Jon, sapaan akrab Yohanes Jelahut.

Dia juga menyebut pelaporan SD dikarenakan penggunaan dana desa tahun 2020 yang tidak jelas. Anggaran untuk penanganan Covid-19 dari dana desa tidak jelas penggunaannya.

“Kami ingin semua diproses. Biar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat,” tegas Jon.

Bahwasannya terkait dugaan tindak pidana korupsi dana desa yang dilakukan mantan Kades maupun Pjs. Kades Goloworok, Philipus Jeharut dan Yohanes Jelahut menjelaskan bahwa laporan masyarakat Desa Goloworok tidak hanya ke Kejaksaan Negeri Manggarai dan Mapolres Manggarai tetapi tembusan laporan tersebut ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa dan Transmigrasi, Jaksa Agung dan Kepala Kejaksaan Tinggi di Kupang.

“Hal itu dilakukan agar Presiden dan para Menteri tahu bagaimana pejabat paling bawah di republik ini melakukan penyelewengan melalui dana desa,” tutup Jon.

Atas dasar itu, media ini mencoba menghubungi mantan Kades Goloworok melalui telepon seluler untuk dimintai tanggapan terkait laporan masyarakat Desa Goloworok, ternyata nomor yang dituju telah dinonaktifkan.

Sebagaimana diketahui, selama menjabat, Ansi telah memiliki kendaraan pribadi tipe Avanza. Dia (FDS/Ansi) juga memiliki sound system yang lengkap untuk acara pesta. Bahkan ada informasi yang berkembang di masyarakat Desa Goloworok bahwa Ansi memiliki tanah dan Villa di Labuan Bajo.

Sementara SD adalah pegawai dikantor Kecamatan Ruteng. Dia (SD) baru ditunjuk oleh Bupati Manggarai menjadi Pjs. Kepala Desa sejak bulan Oktober 2019.

Penulis : VN

 

 

News Feed