oleh

Masyarakat Adat Gendang Mbero Nangka Gelar Acara Congko Lokap, Belasius Jehono: Mari Kita Bangun Kerukunan

-DAERAH-2.836 views

Ruteng, Masyarakat Anam, Desa Bulan Kecamatan Ruteng kabupaten Manggarai, NTT menggelar acara adat Congko Lokap Gendang Mbero Nangka pada Sabtu 31 Agustus 2019

Acara Congko Lokap itu dibuat sebagai bentuk syukuran atas selesainya dibangun rumah adat sebagai pusat kehidupan adat Masyarakat Gendang Mbero Nangka Anam

“Ini sebagai bentuk syukuran atas selesainya dibangun rumah adat sebagai pusat kehidupan adat masyarakat Gendang Mbero Nangka Anam” Ungkap Belasius Jehono Tua Gendang Mbero Nangka saat ditemui di Anam pada Sabtu (31/8/2019)

Foto Hery Salus, Lokasi Halaman Rumah Gendang Mbero Nangka Anam

Untuk memeriahkan acara tersebut Kata Belasius Jehono pihaknya mementaskan tarian caci dengan menghadirkan Masyarakat adat Welu Desa Welu Kecamatan Cibal sebagai Tamu Undangan Tarian Caci (Meka Landang)

“Ini acara yang sangat sakral, untuk memeriahkan acaranya kita pentaskan tarian caci dengan menghadirkan Masyarakat adat Welu sebagai meka landang” jelasnya

Puncak acara tersebut tambahnya yaitu dengan ditandai acara paki Kaba (Potong Kerbau) yang dilakukan dengan ritual prosesi adat Manggarai pada hari Sabtu 31 Agustus 2019 bertempat di halaman rumah Gendang Mbero Nangka Anam

“Puncak dari acara ini nanti ditandai dengan paki Kaba (Potong Kerbau) sebagai hewan Kurban yang dipersembahkan kepada para leluhur pada hari Sabtu 31 Agustus 2019” tambahnya

Belasius menuturkan tujuan dibangunnya sebuah Rumah Gendang tidak hanya sebatas sebagai simbol tetapi diharapkan dapat dijadikan sebagai Wadah penyelesaian berbagai Masalah Kehidupan Masyarakat dalam budaya Lonto Leok

“Tujuan dibuatnya Rumah Gendang itu untuk menyelesaikan berbagai persoalan Masyarakat adat dalam bingkai Lonto Leok tidak hanya dilihat sebagai Simbol saja” Ucapnya

Keberadaan Gendang Sebut Belasius harus dilengkapi dengan Lingko yaitu Areal pertanian yang dibagi dalam bentuk jaringan laba-laba (Gendang One Lingko Peang)

Baca Juga :   Dugaan Korupsi Dana Desa Goloworok, FDS : Itu Tidak Benar!

“keberadaan Gendang Pertanda adanya lingko peang, Manga Gendang Manga Lingko, dan Lingko itu merupakan milik setiap masyarakat adat Gendang” Sebutnya

Belasius Mengatakan Acara Congko Lokap jangan hanya dilihat sebagai acara seremonial saja tetapi yang paling penting Bagaimana setiap Orang memaknainya sebagai Wadah perekat persaudaraan, untuk itu diharapkan agar Masyarakat adat Gendang Mbero Nangka Anam dalam menjalankan kehidupan sehari-hari rasa Kerukunan terus dibangun

“Harapan yang paling penting adalah kerukunan dalam kehidupan setiap hari, satu rumah Gendang berarti kita satu keluarga yang harus saling menghormati, saling membantu untuk menopang kehidupan sehari-hari” Ujarnya

Sebelum memasuki acara puncak yang ditandai Potong Kerbau (Paki Kaba) berbagai acara prosesi adat harus dijalani antara lain:

Pertama acara Teing Hang Kolang Empo sekaligus Pande Manuk Benta Dewa Petu Wakar. Acara ini dibuat sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur serta memanggil mereka untuk hadir dalam acara Syukuran rumah adat Gendang (Wanta Raja Reding Ceki)

Kedua Pantek yaitu acara yang dibuat sebagai pernyataan kesiapan untuk menjalankan Congko Lokap

ketiga Barong Boa dan Barong Wae Teku Kedua cara ini dilakukan sebagai bentuk permintaan kepada leluhur agar Para leluhur senantiasa melindungi sumber Mata air sebagai Sumber Kehidupan masyarakat adat Gendang Mbero Nangka

Hery Salus

Komentar

News Feed