oleh

Oknum Polisi Diduga Represif, PMM : Kapolres Manggarai Harus Minta Maaf!

-DAERAH-1.752 views

Ruteng, SwaraNTT.net – Aksi damai Pergerakan Mahasiswa Manggarai (PMM) di jalur perbatasan Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) berakhir ricuh, Rabu (24/06/2020).

Baca Juga : Jika Ada Pabrik Semen, Gubernur VBL : Matim Akan Bertumbuh Luar Biasa

Pasalnya, aksi yang semula berjalan damai, tiba-tiba salah satu oknum polisi diduga melakukan provokasi terhadap mahasiswa dilokasi yang tidak jauh dari Luwuk dan Lingko Lolok.

Aktivis PMM Menunjukkan Bagian Tubuh Yang Luka, Diduga Akibat Tindakan Represif Oknum Polisi Polres Manggarai (Foto : YH)

Alhasil, salah satu kader PMM mengalami luka-luka akibat todongan senjata oknum polisi Polres Manggarai.

“Kami menyayangkan sikap oknum polisi yang melakukan tindakan tidak terpuji, padahal tupoksi kepolisian itu mengayomi, sesuai aturan UU No. 2 Tahun 2002,” ujar Zulfiqar, salah satu aktivis PMM lewat rilis yang diterima SwaraNTT, Kamis (25/6/2020).

Baca Juga : Penafsiran Petugas DPMD Kabupaten Sabu Raijua Sebagai Pemicu Konflik

Maka dari itu, Zulfiqar menegaskan akan melakukan unjuk rasa besar-besaran serta mengecam tindakan represif oknum polisi Polres Manggarai terhadap aktivis mahasiswa.

(Foto : YH)

Selain itu, Jenderal Lapangan PMM, Dodi menyatakan dengan tegas bahwa Kapolres Manggarai harus meminta maaf secara kelembagaan kepada aktivis mahasiswa terkait tindakan tersebut.

“Kami minta Kapolres untuk meminta maaf secara lembaga, serta mengusut tuntas kasus kekerasan ini,” tegasnya.

Diketahui, aksi damai digelar PMM berkaitan dengan kunjungan kerja Gubernur NTT di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT.

Baca Juga :   Hasil Tes Swab Negatif, Dua OTG di Manggarai Diserahkan Kembali kepada Keluarga

 

Laporan : YH

Editor : VN

News Feed