oleh

Panwaslu Kecamatan Reok Barat Lantik 34 Pengawas TPS

MANGGARAI, SwaraNTT.Net – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Reok Barat, melantik 34 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Desa/Kelurahan, pada Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Acara pelantikan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Reok Barat, dan dihadiri staf dari pihak kecamatan Reok Barat, perwakilan Rohaniwan, Pengawas Kelurahan/Desa serta 34 peserta Pengawas TPS yang akan disebarkan ke 10 (sepuluh) Desa di kecamatan Reok Barat, Minggu, (15/11/2020).

Dalam sambutannya, ketua Panwaslu Reok Barat, Agustinus Supardi, menyampaikan kepada para pengawas TPS yang baru dilantik untuk tetap berkomitmen dan konsisten dalam menjalankan tugas sebagai seorang Pengawas.

“Tantangan kita sangat banyak dan tanggung jawab kita sangatlah berat, sebagai seorang pengawas TPS harus memiliki integritas yang kuat agar tidak mudah terpengaruh,” Jelas Ketua Panwaslu.

Menurut Gusty, Pengawas TPS merupakan bagian penting dalam pengawasan Pilkada serentak 2020. Oleh karenanya, Pengawas TPS diharapkan dapat menjalankan tugas secara efektif. Kehadiran Pengawas TPS diharapkan dapat mencegah pelanggaran dalam pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS.

“Peran yang sangat besar yakni mengawasi seluruh proses pemungutan/perhitungan suara bila ada pelanggaran di temukan segera laporkan kepada pihak Pengawas Kelurahan Desa (PKD) atau langsung Panwaslu Kecamatan,” pesan Ketua Panwaslu Reok Barat dalam sambutannya.

Setelah prosesi pelantikan selesai, dilanjutkan dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawas TPS. Bimtek dilakukan dengan memberikan materi-materi pengawasan terhadap Pengawas TPS.

Baca Juga :   Pemilik Toko Garuda Mas Reiny Gozali Henoek Bayar Denda Rp 15 Juta

Anggota Panwaslu Kecamatan Reok Barat, Evaristus Madu, dalam materinya menjelaskan beberapa tugas pokok dari Pengawas TPS yaitu, yang mengawasi persiapan pemungutan dan penghitungan suara, mengawasi pelaksanaan pemungutan suara, mengawasi persiapan penghitungan suara, mengawasi pelaksanaan penghitungan suara. Selain itu menyampaikan keberatan dalam hal ditemukannya dugaan pelanggaran, kesalahan, dan/atau penyimpangan administrasi pemungutan dan penghitungan suara dan menerima salinan berita acara dan sertifikat pemungutan dan penghitungan suara.

Lebih lanjut jelas Madu, pengawas TPS diharapkan dapat menjalankan tugas secara efektif.

“Kehadiran Pengawas TPS diharapkan dapat mencegah pelanggaran dalam pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS,” tegasnya.

Anggota Komisioner Panwaslu Kecamatan Reok Barat, Adrianus Paju, setelah memberikan materi terkait tugas dan wewenang Pengawas TPS menegaskan, sebagai Pengawas TPS harus tetap netral karena PTPS adalah bagian dari penyelenggara pemilihan yang harus tetap menjaga netralitas.

“Untuk diketahui, Pengawas TPS adalah ujung tombak pengawasan yang akan mengawasi setiap tahapan penyelenggaraan di tingkat TPS baik sebelum hari H maupun saat hari H,” katanya.

Adapun beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan diantaranya, pembacaan Surat Keputusan, pengambilan sumpah atau janji Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), penandatanganan Berita Acara Sumpah PTPS, pembacaan dan penandatanganan Pakta Integritas serta pemberian ucapan selamat kepada para PTPS yang telah dilantik.

News Feed