oleh

Pasien Covid-19 Terus Meningkat, Bupati Manggarai Pantau Kesiapan Nakes dan Faskes di Puskesmas Lao

-DAERAH-1.141 views

Manggarai, SwaraNTT.Net Antisipasi penyebaran Corona Virus (COVID-19), Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit, pantau langsung kesiapan tenaga kesehatan, sekaligus cek fasilitas kesehatan yang ada di Puskesmas Lao, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam kunjungannya, Bupati Hery Nabit yang didampingi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Lodovikus D Moa, menemui langsung Plt. kepala UPTD Puskesmas Lao, Katarina Siena Letek dan sejumlah tenaga kesehatan, di ruang pelayanan Puskesmas Lao, pada Jumat (23/07/2021) siang.

Saat berdialog kepada sejumlah tenaga kesehatan, Bupati Hery Nabit, mengecek berbagai kesiapan ketersediaan obat-obatan dan stok Alat Pelindung Diri (APD) untuk menunjang pelayanan kesehatan bagi para petugas di tengah pandemi COVID-19 yang belum berakhir.

Kepada sejumlah tenaga kesehatan, Bupati Hery Nabit, memberikan apresiasinya dan memotivasi para petugas kesehatan karena menjadi garda terdepan untuk penanggulangan serta upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Selain mengecek faskes dan nakes, dirinya juga mengecek data stunting di wilayah kerja puskesmas Lao.

Ia juga meminta agar setiap saat selalu memantau gizi Bayi lima tahun (Balita) untuk mencegah terjadinya stunting dan gizi buruk

Terkait ketersediaan obat-obatan dan APD, Plt. Puskesmas Lao, Katarina Siena Letek, menjelaskan saat ini terjadi kekurangan stok obat-obatan, face shield, sarung tangan dan baju Hazmat untuk petugas medis.

Kepada Bupati Hery Nabit, Ia juga mengungkapkan saat ini belum memiliki fasilitas penerangan lampu jalan menuju Puskesmas Lao dan perbaiki jalan yang rusak menuju Puskesmas Lao.

“Kalau bisa Pak Bupati, dipasang lampu penerangan jalan menuju puskesmas,” ucap plt Puskesmas Lao

Sementara bidang program Gizi puskesmas Lao, Wihelmina Bons, kepada Bupati Hery Nabit menjelaskan bahwa terkait data stunting  atau kondisi gagal pertumbuhan pada anak dari total sasaran sebelumnya 2.586 balita dan saat ini sudah menurun sisa 50 balita.

Baca Juga :   Pelaku Pengrusakan Rumah di SDI Rentung Matim Dipolisikan

News Feed