oleh

Pastikan Produk Bermutu, Dinkes Manggarai Gelar Sosialisasi KIE Keamanan Pangan Kepada Pelaku Usaha

-DAERAH, KESEHATAN-1.310 views

Manggarai, SwaraNTT.Net – Untuk meningkatkan pengetahuan para pelaku usaha agar mampu memproduksi pangan yang sehat, aman, bermutu, dan hygienis kepada konsumen agar dapat melindungi dirinya dari makanan yang tidak memenuhi ketentuan dan mengerti akan pentingnya keamanan pangan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai, mengadakan Kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan yang berlangsung di Aula Asumpta, pada Rabu (13/10/2021).

Kegiatan tersebut dibuka langsung Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Nobertus Burhanus didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Petronela Lanut dan dihadiri Kepala BPOM Kupang, Tamran Ismail, sebagai nara sumber.

Peserta terdiri dari masyarakat pelaku industri rumah tangga pangan (IRTP) atau UMKM yang bergerak di bidang produk makanan (kuliner) dan para pelajar SMK jurusan Boga.

Dalam sambutannya,Plt. Dinkes, Nobertus Burhanus, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan mengingat keamanan pangan sangat penting bagi kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat sehingga diperlukan edukasi dan pembinaan agar masyarakat dapat menyediakan bahan pangan yang aman untuk kesehatannya.

“Gizi yang baik itu tidak terlepas dari keamanan pangan, pangan yang kita konsumsi itu harus dipastikan pangan yang aman, mempunyai nilai gizi yang baik tidak ada masalah tercemar dari sumber masalah Kesehatan dan penyakit sehingga itu menjadi satu landasan bagi tumbuhnya imunitas,” terang Plt Dinkes Nobertus Burhanus .

Mengingat betapa pentingnya keamanan pangan, dirinya mengundang para pelaku usaha pangan, untuk meningkatkan pengetahuannya dalam hal menyiapkan pangan yang aman untuk masyarakat.

Kepada para pelaku usaha yang belum memiliki izin usahanya, Plt Nobertus Burhanus, menghimbau agar pelaku usaha dalam mengedarkan produk pangannya diwajibkan memiliki izin yang bertujuan untuk tersedianya pangan yang memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan gizi bagi kepentingan kesehatan manusia.

Sementara Kabid Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Manggarai, Petronela Lanut, dalam arahannya menjelaskan tujuan dari sosialisasi KIE keamanan pangan, untuk meningkatkan pengetahuan konsumen atau masyarakat agar dapat melindungi dirinya dari pangan (makanan) yang tidak memenuhi syarat dan meningkatkan pengetahuan produsen sehingga dapat menjamin mutu dan keamanan pangan/makanan.

Baca Juga :   Unit Jatanras Polres Manggarai Berhasil Membekuk Para Pelaku Human Trafficking

Terkait peran Dinkes dalam pengawasan produk pangan industri rumah tangga, Kabid SDK Petronela menjelaskan pihaknya selalu mengecek cara produksi pangan yang baik dan bermutu oleh pelaku usaha.

“Semua pelaku usaha industri rumah tangga sudah dibekali dengan pelatihan dan penyuluhan keamanan pangan,” ungkap Kabid SDK Dinkes Manggarai Petronela Lanut.

Dirinya juga menjelaskan bahwa kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan merupakan salah satu persyaratan yang harus diikuti oleh setiap pemilik Industri Rumah Tangga Pangan yang akan mengajukan Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP – IRT).

“Untuk pelaku usaha wajib memiliki izin edar berupa SPP-IRT (Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga), yang nanti akan di masukan dalam label makanan,” tegas Kabid SDK Petronela Lanut.

Dengan adanya produk pangan yang sudah ada no PIRT-nya. Produsen pangan diuntungkan karena produknya lebih dipercaya oleh konsumen dan dapat menjual produknya lebih luas serta bisa diterima.

Kepala BPOM Kupang, Tamran Ismail menjelaskan, para pelaku usaha pangan industri harus mengetahui acuan atau standart dalam memproduksi pangan yang aman dan bermutu sehingga produsen aman, konsumen juga aman.

Terkait pengawasan, pihaknya juga menjelaskan bahwa pemerintah melalui BPOM melakukan pengawasan terhadap keamanan produk yang akan dijual oleh produsen.

Tak hanya itu, Kepala BPOM Kupang, Tamran Ismail, menjelaskan, BPOM juga memberikan pendampingan dan bimbingan kepada pelaku usaha agar dalam melakukan produksi sesuai dengan regulasi dan menerapkan cara produksi yang baik dan aman.

“Pelaku usaha harus memproduksi produknya disisi lain masyarakat harus mendapatkan jaminan bahwa produk yang diproduksi layak dan bermutu,” tegasnya.