oleh

Paud Holistik Integratif Gelar Kegiatan Gugus.

Kupang,Swarantt.net – Walaupun sekarang masa liburan tetapi guru-guru terlihat masih bersemangat mengikuti kegiatan Gugus Paud Holistik Integratif (HI) di Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang Senin (24/06/2019). Pantauan swarantt.net di lokasi, kegiatan ini merupakan pengalaman pertama mereka dalam mengikuti kegiatan Gugus.

Terlihat bukan hanya guru-guru Paud HI saja yang ikut tetapi juga guru-guru non HI.

Kegiatan Gugus tersebut di hadiri Donela Cobb, Dosen Universitas Waikato New Zealand, United Nations Emergency Children’s Fund (Unicef) dan Yayasan Alfa Omega (YAO) Kupang.

Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut yaitu tentang Peer Monitoring. Materi ini dibawakan oleh Agrepina Aome sebagai Ketua Gugus dan Ami Kana sebagai Mentor.

Materi peer monitoring berarti suatu kegiatan yang dilakukan untuk melakukan mentoring atau pembimbingan terhadap teman sebaya. Dalam konteks Paud, maka pihak yang melakukan ini adalah Mentor kepada Pengelola dan Guru, Pengelola kepada Guru, guru yang satu kepada guru yang lain.

Tim dan Peserta saat berfoto bersama (Foto:Melki)

Tujuan mentoring sendiri adalah agar kedua pihak dapat memberi informasi, menjelaskan dan bersama mencari jalan keluar, para guru diberikan kesempatan untuk mempraktekkan materi. Dibagi dalam tiap kelompok yang terdiri dari dua orang. Satu bertindak sebagai Mentor dan satu bertindak sebagai yang dimentoring. Kemudian hasil praktek dipresentasikan.

Menurut Devison Armando petugas Lapangan Region 4, materi ini sangat baik untuk merawat hubungan dan saling mengevaluasi diri dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, baik itu sebagai Penglelola maupun Guru. Hal paling penting adalah saling percaya dan mau menerima masukan.

Baca Juga :   HUT RI ke-75, Satgas Yonif 744 Gelar Upacara di Atas Bukit Holjab

Ibu Donella memberikan apresiasi kepada semua peserta yang terlibat karena materi yang diberikannya mampu dimengerti dan diterapkan pada kegiatan Gugus. Unicef sendiri diwakili oleh Dwi Purwestri dan Yahya Ado sedangkan  dari YAO diwakili oleh  Tri Nepafai dan dua orang petugas lapangan, yang  turut memberikan semangat agar materi ini dapat dikembangkan sesuai dengan masalah-masalah di masing-masing Paud.

Kegiatan ditutup dengan meriah, semua peserta membuat lingkaran sambil menari diiringi musik dan lantunan lagu daerah khas Rote. Masing-masing tamu mendapat kehormatan dengan dikalungkannya satu lembar selendang. Lagu “Te Aroha”, khas suku Maori dinyanyikan menggambarkan suasana penuh “Damai, Cinta dan Kasih Sayang.

Laporan: Melki Hadi

Komentar

News Feed