oleh

PC PMII LOTIM Gelar Dialog Publik Tentang Radikalisme dan Terorisme

-DAERAH-1.140 views

LOMBOK, SwaraNTT.NET – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Lombok Timur, Gelar Dialog Publik tentang Radikalisme dan terorisme diaula Pendopo Bupati Lombok Timur, (13/8/2019)

Acara dialog publik tersebut dengan tema “Penguatan Peran Da’i dan tokoh agama dalam pencegahan radikalisme dan terorisme”.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh OPD Lingkup Kabupaten Lombok Timur, kepolisian, pengurus PC NU Lombok Timur, Sekjen PB PMII, PKC PMII NTB, dan semua kader dan alumni PMII Lotim.

Dalam sambutannya ketua cabang PMII Lombok Timur, Irwan Safari mengajak kepada semua kader dan anggota PMII Lombok Timur agar terus mengembangkan potensi diri baik dikampus maupun diluar kampus, melalui potensi yang dimiliki oleh kader PMII siap mengawal kebijakan pemerintah Kabupaten Lombok Timur, ungkapnya.

“kami kader dan anggota PMII Lotim siap menjadi garda terdepan dalam memberantas paham radikalisme dan terorisme yang ada dilombok timur,” tegasnya.

Sementara itu Sekjen PB PMII Sabolah Al Kalamby mengungkapkan bahwa PMII sudah menjelma menjadi organisasi paling besar di Indonesia, secara nasional.

“Kita memiliki 230 Cabang. 17 cabang persiapan, dan 3 cabang istimewa di luar negeri dan jutaan kader seluruh Indonesia,” ungkapnya

Selanjutnya sekjen PB PMII mengajak kader PMII Lotim untuk “Mari kita tingkatkan kualitas SDM kader PMII melalui kaderisasi yang sudah diatur dalam organisasi kita agar bebas dari paham radikalisme dan terorisme. Terangnya

Baca Juga :   Rayakan Idul Adha 1442 H di Nanga Ramut, Wabup Heri Ngabut; Momen Berbagi dan Saling Menguatkan

Tokoh pemuda asal lombok timur, Ahmad Fatoni menyampaikan Da’i dan tokoh agama sangat strategis dalam memotong paham radikalisme dan terorisme dilombok timur ini. Kita harus persempit perkembangan atau bahkan menghapus virus ini dari masyarakat kita. Ucapnya.

Selain itu, Rof’il salah satu tokoh muda menyampaikan dalam materi diskusinya, saat ini kita harus bahu-membahu dalam mengatasi persolan ini,  baik itu tokoh agama, tokoh pemuda dan da’i memiliki tanggung jawabdalam menyampaikan dan meluruskan paham kelompok radikal dan terorisme dengan islam yang damai seperti yang tertera dalam tema dialog kita ini. Tutupnya.

 

Penulis: Robert Walang

 

Komentar

News Feed