oleh

Pesan dari Wae Pong, Rawat Mata Air, Rawat Martabat Manusia

Manggarai, SwaraNTT.Net – Paroki Katedral Ruteng bersama PDAM Tirta Komodo Ruteng melakukan penanaman pohon Ara di mata air Wae Pong,Kelurahan Waso, Kamis (24/11/2022).

Kegiatan ini meruapakan rangkaian perayaan HUT ke-102 Paroki Katedral Ruteng, Bulan Kitab Suci Nasional 2022 serta Tahun Pariwisata Holistik.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Perumda Air Minum Tirta Komodo Marselus Sudirman, SH beserta staf, KSDA Manggarai, Dinas Pariwisata Manggarai, Komunitas Awas, DPP Paroki Katedral, Pengurus Wilayah/KBG dan komunitas pemerhati lingkungan.

Sebelum penanaman pohon dilakukan, terdahulu diadakan ritus adat (pande manuk) sebagai penghormatan kepada roh para leluhur di mata air tersebut oleh tokoh adat Gendang Waso. Selanjutnya ibadat sabda dan pemberkatan anakan pohon Ara.

Dalam renungan singkatnya RD. Gabriel Harmin mengatakan, merawat mata air sebagai sumber kehidupan sama dengan merawat martabat manusia. Ini juga kata Dia merupakan pengejahwantaan dari iman katolik. Karena itu Romo Gabriel mengajak semua agar selalu menjaga alam dan merawatnya dengan baik, sehingga alam juga akan menjaga kita dengan menyediakan apa yang kita butuhkan seperti air.

“Seluruh komitmen kita satukan, seluruh niat, kita ingin merawat mata air sebagai sumber kehidupan kita. Merawat mata air, berarti merawat kehidupan. Karena itu, barangsiapa yang menodai dan merusak alam ini, sama dengan merusak kehidupan dan martabatnya sendiri,” pesan RD. Gabriel Harim, Pr dalam renungannya.

 

Sebagai orang Katolik, lanjut RD Gabi — demikian ia disapa – merawat air sama dengan merawat kehidupan dan martabat manusia. Karena itu Umat Katolik diajak untuk menjaga, merawat dan melestarikan mata air untuk kelangsungan kehidupan bersama.

Baca Juga :   Diduga Kuota Haji NTT Diisi Jemaah Haji Dari Daerah Lain, Gubernur Minta Benahi Secara Serius

Sementara itu Direktur Perumda Air Minum Tirta Komodo Marselus Sudirman, SH mengatakan, sumber air Wae Pong saat melayani kurang lebih 40.000 jiwa di Kota Ruteng dan sekitarnya. Apabila kerusakan hutan terjadi di mata air ini kata Direktur Marsel maka, 40.000 jiwa yang terlayani akan kekurangan air.

“Kalau sumber air ini tidak terawat, puluhan ribu jiwa akan kesusahan air,” ujarnya.

Karena itu ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berpikir mulai dari hulu baru ke hilir, dari hutan dan sumber air baru menuju masalah teknis pelayanan seperti air macet, air kurang lancar dan air keruh. Daerah hulu seperti hutan dan mata air menjadi skala prioritas untuk dijaga dan dilestarikan secara bersama.

“Kegiatan seperti ini sesuai dengan semangat Perumda Air Minum Tirta Komodo yakni “mewariskan mata air, buka air mata,” ini menjadi program unggulan Perusahaan, ” kata Direktur Marsel.

Perumda Air Minum Tirta Komodo sebgai BUMD yang tugas utamanya di bidang pelayanan air, minum terus berkomitmen mendorong semua pihak untuk melestarikan hutan dan air, agar pelayanan air minum bersih sekarang dan di masa depan dapat berkelanjutan.