oleh

Puluhan Nakes di Puskesmas Lemarang Belum Menerima Pembayaran Dana BOK

Manggarai, SwaraNTT.Net – Puluhan Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Lemarang, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, belum menerima pembayaran yang bersumber dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), sejak April 2022.

Puluhan Nakes tersebut mengaku kecewa, lantaran Bendahara BOK Puskesmas Lemarang Kornelia Setiawati, tak kunjung membayar uang BOK tahap 2 dan tahap 3 selama 6 bulan.

Kepada SwaraNTT.Net, pengelola BOK Maria Evania, mengatakan sejumlah 34 Nakes di Puskesmas Lemarang melakukan protes karena uang yang bersumber dari dana BOK belum dibayarkan oleh Bendahara BOK Puskesmas Lemarang Kornelia Setiawati.

Vani juga menjelaskan, pihak Bendahara BOK Puskesmas Wae Kajong, telah menyerahkan uang tersebut kepada bendahara Kornelia Setiawati.

Untuk diketahui, sejumlah Nakes yang bertugas di Puskesmas Lemarang, merupakan Nakes dari Puskesmas Wae Kajong dan Puskesmas Loce.

Selain itu, pengakuan sejumlah Nakes, bahwa Kornelia Setiawati belum menyerahkan uang honor dua Nakes yang berstatus Tenaga Pendukung Pembantu Kesehatan (TPPK).

Melalui sambungan telepon, Kornelia Setiawati, menjelaskan terkait pencairan dana BOK Puskesmas Lemarang masih dibawah naungan dua Puskesmas induk (Puskesmas Wae Kajong dan Puskesmas Loce).

“Dari dua Puskesmas induk, Puskesmas Wae Kajong untuk Nakes yang bertugas di Polindes Desa Lemarang dan Desa Paralando sedangkan dari Puskesmas Loce untuk Nakes yang sebelumnya bertugas di Desa To,e dan Desa Rura,” jelas Kornelia.

Terkait dengan pencairan dana BOK, kata Kornelia, pihaknya telah melakukan pembayaran tahap dua sejak April 2022 lalu.

Ia juga menjelaskan, terkait pembayaran uang dana BOK untuk para Nakes, pihak Bendahara BOK Puskesmas induk harus menyesuaikan dengan jumlah kegiatan oleh para Nakes di Puskesmas Lemarang.

“Saya (red, Kornelia) bukan Bendahara, saya hanya menyalurkan uang dititpkan uang oleh Bendahara BOK di Puskesmas Wae Kajong dan Puskesmas Loce, itupun atas sepengetahuan Kapus Lemarang” ujarnya.

Terkait dengan pencairan, kata Kornelia, pihak Bendahara BOK Puskesmas induk, mencairkan uang tersebut melalui pengelola program bersama Kepala Puskesmas Lemarang.

“Selama ini yang pergi cair uang BOK di Puskesmas induk, hanya pengelola program BOK dan Kapus. Setelah itu diserahkan ke saya. Saya hanya tunggu di Lemarang,” jelas Kornelia.

Baca Juga :   Tidak Pernah Dapat Bantuan Dari Pemerintah, Pemilih Tolak Untuk Dicoklit

Kornelia mengaku, pihaknya telah melakukan pembayaran tahap dua sejak April sampai Juni 2022, kepada 40 Nakes di Puskesmas Lemarang.

Ia juga menyebutkan, pembayaran uang yang bersumber dari dana BOK diperuntukkan untuk semua Nakes, walaupun Nakes yang berstatus Sukarela dan Nakes yang bersumber dari ADD, karena para Nakes tersebut terlibat dalam sejumlah kegiatan.

Kornelia juga menyebutkan dari dana BOK yang dicairkan tersebut ada pemotongan 15 persen, 5 persen untuk Kepala Puskesmas, 5 persen untuk pengelola program dan 5 persen dana taktis, sisanya dibagikan kepada seluruh Nakes.

Terkait pengakuan para Nakes yang belum pernah melakukan pembayaran sejak bulan April sampai Juni, Kornelia mengatakan kegiatan yang mana yang belum dibayar.

“Kegiatan yang mana yang belum dibayar, karena yang dibayar itu sesuai dengan jenis kegiatannya,” ucap Kornelia.

Untuk pembayaran dana BOK tahap tiga dari bulan Juli sampai September, jelas Kornelia, telah berurusan langsung dengan pengelola program di Puskesmas Lemarang.

“Saya hanya bantu urus sejak Januari sampai Juni, saja. Untuk bulan Juli sampai September, sudah tidak melalui saya lagi,” tegas Kornelia.

Sementara Bendahara BOK Puskesmas Wae Kajong (Puskesmas induk), melalui pesan WhatsApp, mengatakan telah melakukan pembayaran sejak Januari sampai September 2022.

Terkait pembayaran tahap tiga sejak Juli sampai September 2022, kata dia, dibayarkan melalui Kepala Puskesmas Lemarang bersama salah satu Bidan.

“Kapus lemarang dan salah satu bidan yang menggantikan ibu kornelia, karena dia berhalangan,” jelasnya.

Untuk pembayaran tahap 4, jelasnya belum melakukan pembayaran karena belum merampungkan SPJ.