oleh

Puskesmas Kota Ruteng Gelar Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok

Ruteng,SwaraNtt.net – Pemerintah  Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur akan memberlakukan Kawasan Tanpa Rokok. Hal ini disampaikan melalui sosialisasi yang dilakukan oleh Petugas dari Puskesmas Kota Ruteng di Kantor Kelurahan Bangka Nekang Rabu (30/10/2019).

Acara dibuka oleh Lurah Bangka Nekang Stefanus Ileng. Dalam sambutannya Lurah Edi menyampaikan terima kasih kepada Puskesmas Kota atas kegiatan ini. Sebab kata Dia sosialisasi merupakan cara yang baik untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat umum.

Lebih lanjut Lurah Edi menjelaskan bahwa asap rokok sangat berbahaya bagi kesehatan individu, masyarakat serta lingkungan.

Berkaitan dengan hal ini kata Lurah Edi maka perlu untuk melakukan tindakan preventif terhadap paparan asap rokok dengan mengatur dan menetapkan Kawasan Tanpa Rokok.

Sementara itu Modesta Cerli Syukur A.Md Kep, penanggung jawab program Promkes Puskesmas Kota menjelaskan, Kawasan tanpa asap rokok ini disingkat KTR yaitu ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk merokok, kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan atau mempromosikan produk tembakau, tetapi tetap disediakan tempat untuk merokok.

Lebih lanjut Cerli menjelaskan, pemberlakuan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ini berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Manggarai Nomor 54 tahun 2017. Efek rokok  terhadap kesehatan jelas Cerli sangat berbahaya karena banyaknya kandungan zat beracun. Para perokok kata Dia seringkali lebih memikirkan dampak positif jangka pendek dari merokok, dari pada dampak negatif jangka panjangnya.

Peserta Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok, Kantor Kelurahan Bangka Nekang, Rabu, 30/10/2019, Foto : Silve

Selain itu lanjutnya orang yg merokok tidak hanya merugikan dirinya sendiri tetapi orang-orang disekitarnya, sebab perokok pasif lebih beresiko dari pada perokok aktif. Hal ini jelas Dia karena hanya 25 persen saja racun yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh pengisapnya karena ada filter, sedangkan 75 persen racunnya bergerak bebas di udara tanpa filter dan sasarannya adalah perokok pasif.

Baca Juga :   Gubernur NTT Lantik Bupati dan Wakil Bupati 5 Kabupaten Hasil Pilkada Serentak 2020

Jadi lanjut Cerli perlu ada aturan atau kebijakan perlindungan terhadap asap rokok, dengan tujuan memberikan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat secara umum dari bahaya asap rokok bagi perokok aktif dan perokok pasif.

“karena itu pemerintah merumuskan kebijakan mengenai Kawasan Tanpa Rokok ( KTR) melalui Perbub Manggarai no 54 Tahun 2017 karena hanya dengan kebijakan KTR 100% dapat melindungi masyarakat dari paparan asap rokok orang lain” kata Cerli.

Tim yang hadir dari Puskesmas kota antara lain Matildis M. Gia, Penanggung jawab  Perkesmas, Leonardus P Suarta, Pelaksana program Promkes dan Prisca M. Janggat penanggung jawab kegiatan kunjungan rumah.

Pantauan SwaraNtt.net, peserta dalam kegiatan tersebut adalah para staf Kelurahan Bangka Nekang, para RT Se-Kelurahan Bangka Nekang, dan Ketua LPMK Kelurahan Bangka Nekang Raymundus Nuruk.

Untuk diketahui tempat – tempat yang harus bebas dari asap rokok berdasarkan UU Kes. pasal 115 diantaranya’
1.Fasilitas Layanan Kesehatan
2.Tempat Proses Belajar Mengajar
3. Tempat Anak Bermain
4. Tempat Ibadah
5. Angkutan Umum
6. Tempat Kerja
7. Tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan.

[Silve]

Komentar

News Feed