oleh

Razia di Sumba Timur, BPOM Temukan 74 Jenis Produk Tanpa Izin Edar

SUMBA TIMUR, SwaraNTT.Net Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kupang dan Pos POM di Sumba Timur lakukan Operasi Gabungan bersama Polres Sumba Timur, petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Dinas Perdagangan Kabupaten Sumba Timur dan Satpol PP Kabupaten Sumba Timur di Waingapu pada Selasa, (04/12/2019).

Dalam kegiatan tersebut Pos POM Sumba Timur menyita obat-obatan serta kosmetika yang diduga tanpa dilengkapi izin edar.

Pada operasi tersebut, tim menemukan 74 (tujuh puluh empat) ) jenis sediaan farmasi yang terdiri dari 52 jenis obat tradisional ilegal, dengan nomor izin edar fiktif (Tanpa Izin Edar) dan mengandung bahan kimia obat dan 22 jenis kosmetika import tanpa izin edar bernilai ratusan juta rupiah.

Bernardus B. Moron, S.Si.,M.Hum selaku Koordinator Pos POM di Sumba Timur (Perwakilan Balai POM di Kupang) dalam operasi gabungan ini menjelaskan, produk yang dominasi disita petugas adalah obat tradisional ilegal dengan nomor izin edar fiktif dan produk kosmetik tanpa izin edar.

” Ada 52 jenis obat tradisional ilegal yang kita amankan dan 22 jenis kosmetika, dimana produk tersebut tanpa izin edar,” ujarnya kepada media ini.

Bernardus B. Moron mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap peredaran sediaan farmasi berupa peredaran obat tradisional  jamu kuat ilegal yang mengandung bahan kimia obat.

“Masyarakat diminta agar lebih waspada, terhadap peredaran  sediaan farmasi berupa peredaran obat tradisional  jamu kuat ilegal yang mengandung bahan kimia obat diantaranya: Forex, Vimax, Semut Hitam, Spider  memiliki Nomor Izin Edar Fiktif (Tanpa Izin Edar) dan mengandung bahan kimia obat Sildenafil Sitrat, yang sangat berbahaya bagi kesehatan,” Ungkap Koordinator Pos POM Sumba Timur.

Baca Juga :   Bawaslu NTT Gelar Bimtek Peliputan dan Penulisan Berita

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sebagai upaya pengawasan terhadap obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat serta dalam upaya memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Selain memantau peredaran jual beli obat-obatan dan makanan ilegal tanpa mengantongi izin dari instansi terkait yang ada di toko-toko, pasar dan gudang tempat produksi, juga melakukan pengawasan melalui pemantauan di berbagai akun media sosial (medsos)” Jelas Bernardus B. Moron

Dengan melakukan pengawasan secara berkelanjutan, kata Bernadus, diharapkan masyarakat dapat terlindungi dari peredaran obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan

Bernadus juga mengimbau kepada masyarakat “belilah dan konsumsilah obat tradisional resmi dan terdaftar atau yang telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan,” Ungkap Koordinator Pos POM Sumba Timur.

 

Penulis: Siscca William

Komentar

News Feed